AS Mengaku Terganggu dengan Laporan Polisi Tembaki Demonstran Myanmar

Minggu, 21 Februari 2021 - 09:35 WIB
loading...
AS Mengaku Terganggu...
Amerika Serikat (AS) mengaku sangat prihatin dengan laporan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah menembaki pengunjuk rasa. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku "sangat prihatin" dengan laporan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah menembaki pengunjuk rasa. AS juga mengaku terganggu dengan laporan polisi Myanmar masih melakukan penangkapan dan kekerasan terhadap demonstran.

"Kami bersama masyarakat Myanmar," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (21/2/2021). Baca juga: 2 Pilot Militer AS Tewas Usai Pesawat Latih Jatuh di Alabama

Seperti diketahui, dua orang tewas di kota terbesar kedua Myanmar , Mandalay, saat polisi menembaki para pengunjuk rasa penentang kudeta militer, kemarin.

"Dua puluh orang terluka dan dua orang lainnya tewas," ungkap Ko Aung, pemimpin badan layanan darurat relawan Parahita Darhi di kota itu.Baca juga: Polisi Tembaki Demonstran Myanmar, Dua Orang tewas di Mandalay

Para penentang kudeta turun ke jalan di beberapa kota besar dan kecil di Myanmar bersama para anggota etnis minoritas, penyair dan pekerja transportasi.

Beberapa pengunjuk rasa menyerang polisi dengan ketapel di Mandalay. Polisi menanggapi dengan menembakkan gas air mata dan senjata api, meskipun pada awalnya tidak jelas apakah mereka menggunakan peluru tajam atau peluru karet.

Seorang dokter sukarelawan membenarkan ada dua orang meninggal dalam unjuk rasa itu. “Satu tembakan di kepala dan meninggal di tempat. Seorang lainnya tewas kemudian dengan luka peluru di dada,” papar dokter relawan itu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved