AS peringatkan Sudan terkait sengketa perbatasan
Jum'at, 07 September 2012 - 14:10 WIB
AS peringatkan Sudan terkait sengketa perbatasan
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) memperingatkan penolakan Sudan atas zona demiliterisasi dengan Sudan Selatan akan memicu kembali konflik di antara mereka.
"Tindakan tersebut dapat menjadi pemicu pecahnya konflik langsung antara Sudan dan Sudan Selatan," ungkap Duta Besar Amerika Serikat (AS) di PBB Susan Rice, seperti diberitakan BBC, Jumat (7/9/2012).
Diingatkan AS, tenggat waktu kesepakatan damai antara Sudan dan Sudan Selatan, 22 September mendatang.
Rice mengatakan, dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB, Sudan Selatan telah sepakat menerima zona demiliterisasi dan mekanisme pemantauan perbatasan yang diusulkan oleh mediator Uni Afrika.
Namun sikap pemerintah Sudan sangat mengecewakan. Sudan menolak menyepakati usulan tersebut sampai perbedaan antara kedua belah pihak diselesaikan.
AS mengaku prihatin atas kurangnya perhatian pemerintah Sudan dan Sudan Selatan untuk segera menyelesaikan sengketa perbatasan antara kedua belah pihak.
Sementara itu jumlah pengungsi terus meningkat, puluhan ribu penduduk telah meninggalkan Blue Nile dan Kordofan selatan, wilayah perbatasan antara dua negara tersebut.
Sejak Sudan Selatan memerdekakan diri dari Sudan Juli tahun lalu, kedua negara masih memperdebatkan masalah pembagian pendapatan minyak, batas negara masalah dan beberapa isu seputar masalah nasional.
"Tindakan tersebut dapat menjadi pemicu pecahnya konflik langsung antara Sudan dan Sudan Selatan," ungkap Duta Besar Amerika Serikat (AS) di PBB Susan Rice, seperti diberitakan BBC, Jumat (7/9/2012).
Diingatkan AS, tenggat waktu kesepakatan damai antara Sudan dan Sudan Selatan, 22 September mendatang.
Rice mengatakan, dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB, Sudan Selatan telah sepakat menerima zona demiliterisasi dan mekanisme pemantauan perbatasan yang diusulkan oleh mediator Uni Afrika.
Namun sikap pemerintah Sudan sangat mengecewakan. Sudan menolak menyepakati usulan tersebut sampai perbedaan antara kedua belah pihak diselesaikan.
AS mengaku prihatin atas kurangnya perhatian pemerintah Sudan dan Sudan Selatan untuk segera menyelesaikan sengketa perbatasan antara kedua belah pihak.
Sementara itu jumlah pengungsi terus meningkat, puluhan ribu penduduk telah meninggalkan Blue Nile dan Kordofan selatan, wilayah perbatasan antara dua negara tersebut.
Sejak Sudan Selatan memerdekakan diri dari Sudan Juli tahun lalu, kedua negara masih memperdebatkan masalah pembagian pendapatan minyak, batas negara masalah dan beberapa isu seputar masalah nasional.
()