Serikat pekerja tambang bentuk tim independen
Minggu, 19 Agustus 2012 - 10:46 WIB
Serikat pekerja tambang bentuk tim independen
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Karyawan Penambang Afrika Selatan (Afsel) membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kasus penembakan yang menewasan 34 orang buruh tambang The Lonmin.
Pimpinan Asosiasi Karyawan Penambang Afrika Selatan (Afsel) Joseph Mathunjwa mengatakan, investigasi independen akan dilakukan.
“Sejauh ini serikat pekerja dalam posisi sebagai tertuduh dalam insiden kekerasan,” ujar Mathunjwa, seperti dikutip BBC, Sabtu (18/8/2012).
Sebelumnya Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma membentuk komisi penyelidik untuk mengetahui kasus penembakan itu. Dalam keterangannya, Jacob mengucapan, rasa belasungkawanya yang sangat besar terhadap keluarga penambang yang ditinggalkan.
“Kita harus mengungkap kebenaran apa yang terjadi, dan karenanya saya memutuskan membentuk komisi penyelidik. Ini akan memungkinkan kita mengetahui penyebab sebenarnya dari insiden ini," imbuh Zuma.
Bentrokan di kawasan Tambang Platina di wilayah Marikana yang dikelola perusahaan tambang The Lonmin, berawal dari pemogokan para karyawan tambang yang menuntut kenaikan gaji. Sebelumnya, dalam aksi pemogokan yang berakhir rusuh telah mengakibatkan 10 orang tewas, termasuk dua orang petugas kepolisian.
Pada Jumat 17 Agustus kemarin, sekitar 3.000 orang pekerja tambang kembali melakukan mogok kerja.
Pimpinan Asosiasi Karyawan Penambang Afrika Selatan (Afsel) Joseph Mathunjwa mengatakan, investigasi independen akan dilakukan.
“Sejauh ini serikat pekerja dalam posisi sebagai tertuduh dalam insiden kekerasan,” ujar Mathunjwa, seperti dikutip BBC, Sabtu (18/8/2012).
Sebelumnya Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma membentuk komisi penyelidik untuk mengetahui kasus penembakan itu. Dalam keterangannya, Jacob mengucapan, rasa belasungkawanya yang sangat besar terhadap keluarga penambang yang ditinggalkan.
“Kita harus mengungkap kebenaran apa yang terjadi, dan karenanya saya memutuskan membentuk komisi penyelidik. Ini akan memungkinkan kita mengetahui penyebab sebenarnya dari insiden ini," imbuh Zuma.
Bentrokan di kawasan Tambang Platina di wilayah Marikana yang dikelola perusahaan tambang The Lonmin, berawal dari pemogokan para karyawan tambang yang menuntut kenaikan gaji. Sebelumnya, dalam aksi pemogokan yang berakhir rusuh telah mengakibatkan 10 orang tewas, termasuk dua orang petugas kepolisian.
Pada Jumat 17 Agustus kemarin, sekitar 3.000 orang pekerja tambang kembali melakukan mogok kerja.
()