Piranha bendung imigran gelap ke Eropa?
Kamis, 09 Agustus 2012 - 11:03 WIB
Piranha bendung imigran gelap ke Eropa?
A
A
A
Sindonews.com - Aneh, dalam waktu sepekan dua ekor ikan piranha, ditemukan di sepanjang Sungai Evros yang memisahkan Turki dan Yunani. Padahal, ikan kanibal ini hanya bisa ditemukan di Amazon, Amerika Selatan.
Penemuan yang tidak wajar ini diberitakan oleh saluran TV Yunani, seperti dikutip dari RIA Novosti, Kamis (9/8/2012).
Piranha pertama ditemukan oleh seorang nelayan Turki pada 31 Juli lalu, dengan panjang 18 inci. Piranha kedua ditemukan awal pekan ini saat seorang nelayan Yunani menggunakan jagung sebagai umpan pada kail pancinganya. Nelayan ini terkejut saat mendapati umpannya di makan oleh ikan piranha.
Piranha merupakan fauna khas yang menghuni sungai Amazon, Amerika Selatan. Tidak jelas bagaimana ikan yang dikenal buas, memiliki gigi yang tajam dan sangat kanibal ini bisa menghuni sungai Evros.
Sungai Evros yang memisahkan Yunani dan Turki merupakan titik masuk utama imigran ilegal dari Asia ke Eropa. Sementara itu, lembaga perlindungan perbatasan Uni Eropa mencatat, tahun lalu tercatat sebanyak 55 ribu orang berhasil menyeberangi sungai ini untuk masuk ke Yunani. Jumlah ini naik 17 persen dibanding tahun sebelumnya.
Guna membendung arus imigran ilegal masuk ke Yunani, awal tahun ini pemerintah Yunani membangun tembok sepanjang 12 Km di sepanjang perbatasan Yunani untuk mengatasi masalah imgran gelap.
Kemarin pemerintah Yunani melaporkan, kepolisian Yunani telah menangkap 6.000 imigran dari berbagai negara yang menuju negara di Uni Eropa lainnya. Sekitar 1.400 imigran dilaporkan masuk ke Yunani tanpa paspor.
Saat ini, jumlah imigran di Yunani tercatat mencapai 800 ribu orang, sekitar 350 ribu orang diperkirakan tidak memiliki dokumen resmi. Kondisi tersebut membuat warga telah Yunani mengeluhkan banyaknya jumlah imigran yang meningkatkan belanja negara. Di masa sulit, penduduk lokal sudah kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Apa mungkin pemerintah Yunani menempatkan ikan ganas ini di Sungai Evros untuk membendung imigran gelap. Belum ada konfirmasi mengenai dugaan ini.
Namun yang jelas, keberadaan ikan Piranha di sepanjang Sungai Evros, bisa mengurangi keberanian dan kenekatan imigran gelap untuk mengadu nasib di benua Eropa. Jika nekat, nyawa tentu menjadi taruhannya.
Penemuan yang tidak wajar ini diberitakan oleh saluran TV Yunani, seperti dikutip dari RIA Novosti, Kamis (9/8/2012).
Piranha pertama ditemukan oleh seorang nelayan Turki pada 31 Juli lalu, dengan panjang 18 inci. Piranha kedua ditemukan awal pekan ini saat seorang nelayan Yunani menggunakan jagung sebagai umpan pada kail pancinganya. Nelayan ini terkejut saat mendapati umpannya di makan oleh ikan piranha.
Piranha merupakan fauna khas yang menghuni sungai Amazon, Amerika Selatan. Tidak jelas bagaimana ikan yang dikenal buas, memiliki gigi yang tajam dan sangat kanibal ini bisa menghuni sungai Evros.
Sungai Evros yang memisahkan Yunani dan Turki merupakan titik masuk utama imigran ilegal dari Asia ke Eropa. Sementara itu, lembaga perlindungan perbatasan Uni Eropa mencatat, tahun lalu tercatat sebanyak 55 ribu orang berhasil menyeberangi sungai ini untuk masuk ke Yunani. Jumlah ini naik 17 persen dibanding tahun sebelumnya.
Guna membendung arus imigran ilegal masuk ke Yunani, awal tahun ini pemerintah Yunani membangun tembok sepanjang 12 Km di sepanjang perbatasan Yunani untuk mengatasi masalah imgran gelap.
Kemarin pemerintah Yunani melaporkan, kepolisian Yunani telah menangkap 6.000 imigran dari berbagai negara yang menuju negara di Uni Eropa lainnya. Sekitar 1.400 imigran dilaporkan masuk ke Yunani tanpa paspor.
Saat ini, jumlah imigran di Yunani tercatat mencapai 800 ribu orang, sekitar 350 ribu orang diperkirakan tidak memiliki dokumen resmi. Kondisi tersebut membuat warga telah Yunani mengeluhkan banyaknya jumlah imigran yang meningkatkan belanja negara. Di masa sulit, penduduk lokal sudah kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Apa mungkin pemerintah Yunani menempatkan ikan ganas ini di Sungai Evros untuk membendung imigran gelap. Belum ada konfirmasi mengenai dugaan ini.
Namun yang jelas, keberadaan ikan Piranha di sepanjang Sungai Evros, bisa mengurangi keberanian dan kenekatan imigran gelap untuk mengadu nasib di benua Eropa. Jika nekat, nyawa tentu menjadi taruhannya.
()