AS rogoh kocek USD25 juta dukung pemberontak Suriah
Kamis, 02 Agustus 2012 - 12:32 WIB
AS rogoh kocek USD25 juta dukung pemberontak Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Kementerin Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah mengumpulkan total USD25 juta untuk mendukung pemberontak di Suriah. Berbagai kebutuhan kelompok oposisi dipasok dari dana tesebut.
Sementara Kementerian Keuangan AS juga melaporkan hal serupa. Pasukan Angkatan Darat (AD) di Suriah yang disebut Free Syrian Army (FSA) telah melakukan transaksi keuangan atas nama teroris.
Seperti dikutip Dailymail, Kamis (2/8/2012), saat ini Presiden AS Barack Obama dilaporkan sudah menandatangani perintah rahasia untuk mendukung pemberontak melawan Presiden Bashar al-Assad. Keputusan itu secara luas memungkinkan AS, Central Intelligence Agency (CIA), dan lembaga lainnya untuk membantu kelompok militan di Suriah.
Perintah tersebut disetujui awal tahun 2012. Sejak itu AS mulai menandai keperluan teroris bersenjata di Suriah.
Pemerintah AS dan sekutunya juga sedang menggalang dukungan lebih besar, setelah gagal mendorong sanksi keras melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap pemerintah Assad pada pertengahan Juli.
Untuk mendukung opisisi Suriah, AS telah bekerja sama dengan Turki, Arab Saudi, dan Qatar. Keempat negara yang bersekutu itu sekarang telah mendirikan basis di dekat perbatasan Suriah untuk memfasilitasi pelatihan militer.
Sebelumnya, dukungan AS terhadap pemberontak Suriah diberikan melalui FSA. FSA merupakan militan yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan bom di markas besar Keamanan Nasional Suriah, ibu kota Damaskus, pada 17 Juli lalu.
Sementara Kementerian Keuangan AS juga melaporkan hal serupa. Pasukan Angkatan Darat (AD) di Suriah yang disebut Free Syrian Army (FSA) telah melakukan transaksi keuangan atas nama teroris.
Seperti dikutip Dailymail, Kamis (2/8/2012), saat ini Presiden AS Barack Obama dilaporkan sudah menandatangani perintah rahasia untuk mendukung pemberontak melawan Presiden Bashar al-Assad. Keputusan itu secara luas memungkinkan AS, Central Intelligence Agency (CIA), dan lembaga lainnya untuk membantu kelompok militan di Suriah.
Perintah tersebut disetujui awal tahun 2012. Sejak itu AS mulai menandai keperluan teroris bersenjata di Suriah.
Pemerintah AS dan sekutunya juga sedang menggalang dukungan lebih besar, setelah gagal mendorong sanksi keras melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap pemerintah Assad pada pertengahan Juli.
Untuk mendukung opisisi Suriah, AS telah bekerja sama dengan Turki, Arab Saudi, dan Qatar. Keempat negara yang bersekutu itu sekarang telah mendirikan basis di dekat perbatasan Suriah untuk memfasilitasi pelatihan militer.
Sebelumnya, dukungan AS terhadap pemberontak Suriah diberikan melalui FSA. FSA merupakan militan yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan bom di markas besar Keamanan Nasional Suriah, ibu kota Damaskus, pada 17 Juli lalu.
()