Hari bersejarah pembentukan konstitusi Somalia
Rabu, 01 Agustus 2012 - 23:09 WIB
Hari bersejarah pembentukan konstitusi Somalia
A
A
A
Sindonews.com –Para pemimpin Somalia telah menyepakati pembentukan sebuah konstitusi baru. Kebijakan itu diambil guna membuka jalan bagi pemerintah baru yang terpilih Agustus.
Pemungutan suara itu dilakukan tak lama setelah dua orang meledakkan diri di luar gedung. Sesuai rencana yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), parlemen baru akan memilih pemimpin Somalia pada 20 Agustus mendatang.
’’Ini merupakan peristiwa bersejarah bagi Somalia. Hari ini kita telah menyelesaikan tugas yang dikerjakan delapan tahun terakhir,” kata Menteri Urusan Konstitusi Somalia Abdirahman Hosh Jabril, seperti dikutip BBC, Rabu (1/8/2012).
Dari 645 anggota majelis konstituante yang hadir, 621 mendukung, 13 suara menentang, sementara 11 abstain. Untuk membentuk parlemen baru, Somalia harus meratifikasi dokumen sebelum diberlakukan. Setelah itu, anggota parlemen baru diperbolehkan memilih presiden baru.
Pengamat Somalia, Abdullahi Abdi mengatakan, elemen paling penting dari konstitusi baru yakni hak yang sama, terlepas dari klan atau agama. Selain itu, Islam harus dijadikan sebagai satu-satunya agama di Somalia. Kemudian, perselisihan teritorial juga perlu diselesaikan secara damai, baik dengan Kenya maupun Ethiopia. Jika seluruh syarat itu telah terpenuhi, Somalia bisa menetapkan sebuah sistem federal.
Somalia telah mengalami kehancuran akibat konflik selama dua dekade. Dulu, sebagian besar wilayah negara ini dikuasai kelompok teroris Alqaeda. Pemerintah Somalia digulingkan pada 1991. Anarkistis memungkinkan para bajak laut dan kelompok Islam garis keras mendirikan basis di Somalia guna melancarkan serangan ke berbagai kawasan ke seluruh dunia.
Pemungutan suara itu dilakukan tak lama setelah dua orang meledakkan diri di luar gedung. Sesuai rencana yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), parlemen baru akan memilih pemimpin Somalia pada 20 Agustus mendatang.
’’Ini merupakan peristiwa bersejarah bagi Somalia. Hari ini kita telah menyelesaikan tugas yang dikerjakan delapan tahun terakhir,” kata Menteri Urusan Konstitusi Somalia Abdirahman Hosh Jabril, seperti dikutip BBC, Rabu (1/8/2012).
Dari 645 anggota majelis konstituante yang hadir, 621 mendukung, 13 suara menentang, sementara 11 abstain. Untuk membentuk parlemen baru, Somalia harus meratifikasi dokumen sebelum diberlakukan. Setelah itu, anggota parlemen baru diperbolehkan memilih presiden baru.
Pengamat Somalia, Abdullahi Abdi mengatakan, elemen paling penting dari konstitusi baru yakni hak yang sama, terlepas dari klan atau agama. Selain itu, Islam harus dijadikan sebagai satu-satunya agama di Somalia. Kemudian, perselisihan teritorial juga perlu diselesaikan secara damai, baik dengan Kenya maupun Ethiopia. Jika seluruh syarat itu telah terpenuhi, Somalia bisa menetapkan sebuah sistem federal.
Somalia telah mengalami kehancuran akibat konflik selama dua dekade. Dulu, sebagian besar wilayah negara ini dikuasai kelompok teroris Alqaeda. Pemerintah Somalia digulingkan pada 1991. Anarkistis memungkinkan para bajak laut dan kelompok Islam garis keras mendirikan basis di Somalia guna melancarkan serangan ke berbagai kawasan ke seluruh dunia.
()