Inggris usir Diplomat Suriah
Senin, 30 Juli 2012 - 23:27 WIB
Inggris usir Diplomat Suriah
A
A
A
Sindonews – Khaled al-Ayoubi, diplomat Suriah yang bertugas di London, Inggris, diusir dari kantornya. Pengusiran al-Ayoubi itu dilandasi sikap Pemerintah Inggris yang tidak dapat menerima perlakuan keji Presiden Bashar al-Assad yang telah melakukan pembunuhan massal terhadap rakyatnya.
Langkah itu diambil Pemerintah Inggris untuk memrotes pertempuran antara militer dan pemberontak di Suriah.
’’Khaled al-Ayoubi telah diberitahu bahwa dirinya tidak diterima lagi di Inggris untuk mewakili rezim yang kejam. Dia tidak dapat melanjutkan posisinya sebagai diplomat di London,” jelas sebuah pemberitahuan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Inggris, seperti dikutip USA Today, Senin (30/7/2012).
Kemenlu Inggris mengungkapkan, Rezim Assad sudah melancarkan tindakan opresif yang mengancam nyawa warga sipil di Suriah. Dengan kejam, Pemerintah Suriah melaksanakan kekerasan dan menindas rakyatnya sendiri.
Sementara al-Ayoubi adalah diplomat senior yang mengepalai Kedutaan Besar Suriah di London. Kepergiannya merupakan pukulan bagi Rezim Assad. Apalagi, al-Ayoubi telah bergabung bersama layanan diplomatik di Suriah sejak 2001.
Langkah itu diambil Pemerintah Inggris untuk memrotes pertempuran antara militer dan pemberontak di Suriah.
’’Khaled al-Ayoubi telah diberitahu bahwa dirinya tidak diterima lagi di Inggris untuk mewakili rezim yang kejam. Dia tidak dapat melanjutkan posisinya sebagai diplomat di London,” jelas sebuah pemberitahuan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Inggris, seperti dikutip USA Today, Senin (30/7/2012).
Kemenlu Inggris mengungkapkan, Rezim Assad sudah melancarkan tindakan opresif yang mengancam nyawa warga sipil di Suriah. Dengan kejam, Pemerintah Suriah melaksanakan kekerasan dan menindas rakyatnya sendiri.
Sementara al-Ayoubi adalah diplomat senior yang mengepalai Kedutaan Besar Suriah di London. Kepergiannya merupakan pukulan bagi Rezim Assad. Apalagi, al-Ayoubi telah bergabung bersama layanan diplomatik di Suriah sejak 2001.
()