Iran pasok listrik dan air ke Suriah
Jum'at, 27 Juli 2012 - 19:04 WIB
Iran pasok listrik dan air ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Dalam kunjungan ke Teheran, seorang perwakilan Pemerintah Suriah telah menandatangani perjanjian dengan Iran di bidang listrik, kesehatan dan air. Saat ini Departemen Listrik Suriah dan Departemen Energi Iran telah sepakat untuk menyediakan listrik bagi Suriah.
Kantor berita Suriah SANA, Jumat (27/7/2012), melaporkan Departemen Energi Iran menandatangani nota kesepahaman yang berisi kesediaan membantu negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad.
Ke depan, Iran akan memasok kebutuhan listrik, seperti mengimpor transmisi dan jaringan distribusi listrik ke Suriah. Rencananya, Pemerintah Iran akan membangun pembangkit dan menginstal sistem otomatis di daerah terpencil di Suriah.
Selain itu, perjanjian lain antara Iran dan Suriah meliputi pembentukan limbah air pabrik pengolahan, serta menyiapkan rencana pengelolaan sumber daya air di Suriah. Di luar pemberian bantuan listrik dan air ke Suriah, para pejabat juga membahas penjualan peralatan medis serta obat-obatan ke negara konflik terserbut.
Pasca pertempuran hebat antara tentara dan pasukan pemberontak, Suriah telah berada di bawah sanksi internasional sejak tahun 2011. Karena itu, Pemerintah Suriah sedang berusaha meningkatkan perdagangan dengan negara-negara sekutu seperti Iran.
Kantor berita Suriah SANA, Jumat (27/7/2012), melaporkan Departemen Energi Iran menandatangani nota kesepahaman yang berisi kesediaan membantu negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad.
Ke depan, Iran akan memasok kebutuhan listrik, seperti mengimpor transmisi dan jaringan distribusi listrik ke Suriah. Rencananya, Pemerintah Iran akan membangun pembangkit dan menginstal sistem otomatis di daerah terpencil di Suriah.
Selain itu, perjanjian lain antara Iran dan Suriah meliputi pembentukan limbah air pabrik pengolahan, serta menyiapkan rencana pengelolaan sumber daya air di Suriah. Di luar pemberian bantuan listrik dan air ke Suriah, para pejabat juga membahas penjualan peralatan medis serta obat-obatan ke negara konflik terserbut.
Pasca pertempuran hebat antara tentara dan pasukan pemberontak, Suriah telah berada di bawah sanksi internasional sejak tahun 2011. Karena itu, Pemerintah Suriah sedang berusaha meningkatkan perdagangan dengan negara-negara sekutu seperti Iran.
()