Indonesia selamatkan 60 imigran Irak & Iran
Kamis, 26 Juli 2012 - 17:42 WIB
Indonesia selamatkan 60 imigran Irak & Iran
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Indonesia menyelamatkan 60 imigran (pencari suaka) asal Irak dan Iran. Rombongan tersebut tertahan di kapal dalam perjalanan menuju Australia.
“Kami menyelamatkan 60 pencari suaka dalam sebuah kapal yang terapung di perairan Pulau Jawa. Sekelompok pengungsi dari Irak dan Iran itu ditemukan hari Kamis di sebuah kapal kayu dekat Pulau Madura,” ujar Kepala Badan Penyelamat (Search and Rescue/SAR), Sutrisno, seperti dikutip Washington Post, Kamis (26/7/2012).
Imigran tersebut diselamatkan ketika berusaha mencapai daratan Australia. Dalam perjalanan menuju negeri Kanguru itu, mesin kapal yang mereka tumpangi rusak.
Para pencari suaka terdampar dekat Pulau Madura sejak Minggu malam 22 Juli. Indonesia adalah titik transit utama bagi imigran yang berusaha pindah ke Australia.
Sejak beberapa hari lalu, salah seorang di rombongan itu telah meminta bantuan kepada kerabat di Australia. Selanjutnya, perwakilan Australia memberitahu pihak berwenang di Indonesia tentang keberadaan mereka.
Lokasi kapal milik imigran Irak dan Iran ditemukan dengan melacak sinyal telepon seluler saat mereka menghubungi temannya di Australia.
“Kami menyelamatkan 60 pencari suaka dalam sebuah kapal yang terapung di perairan Pulau Jawa. Sekelompok pengungsi dari Irak dan Iran itu ditemukan hari Kamis di sebuah kapal kayu dekat Pulau Madura,” ujar Kepala Badan Penyelamat (Search and Rescue/SAR), Sutrisno, seperti dikutip Washington Post, Kamis (26/7/2012).
Imigran tersebut diselamatkan ketika berusaha mencapai daratan Australia. Dalam perjalanan menuju negeri Kanguru itu, mesin kapal yang mereka tumpangi rusak.
Para pencari suaka terdampar dekat Pulau Madura sejak Minggu malam 22 Juli. Indonesia adalah titik transit utama bagi imigran yang berusaha pindah ke Australia.
Sejak beberapa hari lalu, salah seorang di rombongan itu telah meminta bantuan kepada kerabat di Australia. Selanjutnya, perwakilan Australia memberitahu pihak berwenang di Indonesia tentang keberadaan mereka.
Lokasi kapal milik imigran Irak dan Iran ditemukan dengan melacak sinyal telepon seluler saat mereka menghubungi temannya di Australia.
()