Analis: Baghdad Harus Hukum Milisi Iran karena Bunuh Warga Irak

Senin, 20 Juli 2020 - 06:00 WIB
loading...
Analis: Baghdad Harus...
Ilustrasi
A A A
BAGHDAD - Michael Pregent, seorang analis dari Hudson Institute, Amerika Serikat (AS) menuturkan, Irak harus menghukum milisi, khususnya milisi pro-Iran karena membunuh warga Irak. Kelompok milisi Iran diduga berada di balik pembunuhan Hisham al-Hashemi.

Al-Hashemi adalah seorang peneliti Irak yang terkenal dan berpengaruh pada kelompok-kelompok ekstremis Sunni, termasuk ISIS dan sering berkonsultasi dengan media dan pemerintah asing mengenai politik domestik Irak dan kelompok-kelompok Syiah bersenjata.

"Ini kerugian besar dan merupakan kesalahan untuk membunuh al-Hashemi. Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi harus melakukan sesuatu tentang ini, tetapi akan sangat terbuka ketika dia tidak dapat melakukannya, karena Dewan Perwakilan dan tekanan dari Iran," ucap Pregent, seperti dilansir Al Arabiya.

(Baca: Sambangi Irak, Menlu Iran Bakal Bahas Pembunuhan Jenderal Soleimani )

Irak telah berjuang selama bertahun-tahun untuk memadamkan pengaruh Iran di negara itu dan memerintah di milisi yang didukung Iran.

Dia menuturkan, Pasukan Mobilisasi Populer adalah bagian sah dari pemerintah Irak, namun mereka menjawab ke Teheran. "AS harus menggunakan pengungkitnya di sini dan menyangkal pendanaan Baghdad, untuk membuat Baghdad melakukan sesuatu tentang Iran dan masalah milisinya," ujarnya.

Ketika al-Kadhimi menjadi perdana menteri pada bulan Mei, ia dipilih sebagian karena janjinya untuk membatasi akses senjata kepada individu-individu dalam pemerintahan dan meminta pertanggungjawaban mereka yang telah membunuh pengunjuk rasa selama bulan-bulan sebelum kerusuhan. Hingga saat ini, lebih dari 600 demonstran telah tewas di Irak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Infografis
72% Warga Israel Ingin...
72% Warga Israel Ingin Netanyahu Mundur karena Serangan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved