Hizbullah akan serang Israel
Kamis, 19 Juli 2012 - 15:04 WIB
Hizbullah akan serang Israel
A
A
A
Sindonews.com - Setelah enam tahun berperang dengan Israel, sejak tahun 2006, Hizbullah menegaskan akan segera melakukan serangan yang mengejutkan di Tel Aviv, Israel.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan, gerakan Lebanon diperkirakan unggul kembali dalam perang melawan Israel. Saat ini, Israel masih tertekan atas kekalahan mereka dalam perang selama 33 hari melawan militan Lebanon.
“Sebanyak 250 roket diluncurkan ke Israel pada hari terakhir perang pada Juli 2006. Ketika itu, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menggambarkan kekalahan negaranya sebagai bencana," ujar Nasrallah, sebagaimana dilansir Presstv, Kamis (19/7/2012).
Pemimpin Hizbullah bangga pada prestasi gerakan militer Lebanon. Roket milik militer mampu menghantam sasaran hingga Haifa dan Tel Aviv.
“Dukungan untuk tentara dan persatuan nasional di Lebanon adalah kunci untuk melawan strategi Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS). Kedua negara itu akan terus mengobarkan perselisihan di Lebanon bila tidak dihentikan,” imbuh Nasrallah.
Nasrallah menjelaskan, jika Hizbullah tidak mengalahkan Israel pada Juli 2006 lalu, negara itu akan memperluas perang ke Syria. Tahap kedua serangan Israel ditujukan untuk menjatuhkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Kemenangan Lebanon atas Israel, tambah Nasrallah, telah mencegah Suriah jatuh ke dalam kekuasaan AS-Israel. Pihak Barat akan mendukung gerakan pemberontakan di Suriah.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan, gerakan Lebanon diperkirakan unggul kembali dalam perang melawan Israel. Saat ini, Israel masih tertekan atas kekalahan mereka dalam perang selama 33 hari melawan militan Lebanon.
“Sebanyak 250 roket diluncurkan ke Israel pada hari terakhir perang pada Juli 2006. Ketika itu, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menggambarkan kekalahan negaranya sebagai bencana," ujar Nasrallah, sebagaimana dilansir Presstv, Kamis (19/7/2012).
Pemimpin Hizbullah bangga pada prestasi gerakan militer Lebanon. Roket milik militer mampu menghantam sasaran hingga Haifa dan Tel Aviv.
“Dukungan untuk tentara dan persatuan nasional di Lebanon adalah kunci untuk melawan strategi Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS). Kedua negara itu akan terus mengobarkan perselisihan di Lebanon bila tidak dihentikan,” imbuh Nasrallah.
Nasrallah menjelaskan, jika Hizbullah tidak mengalahkan Israel pada Juli 2006 lalu, negara itu akan memperluas perang ke Syria. Tahap kedua serangan Israel ditujukan untuk menjatuhkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Kemenangan Lebanon atas Israel, tambah Nasrallah, telah mencegah Suriah jatuh ke dalam kekuasaan AS-Israel. Pihak Barat akan mendukung gerakan pemberontakan di Suriah.
()