Perang Suriah meluas ke utara Afrika
Senin, 16 Juli 2012 - 21:51 WIB
Perang Suriah meluas ke utara Afrika
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Suriah mengingatkan Maroko bahwa perang di Ibu Kota Damaskus mulai menyebar ke bagian utara Afrika. Peringatan itu dinyalakan setelah meletus bentrokan antara pasukan militer Suriah dan kelompok teroris bersenjata di Damaskus. Seperti dikutip Presstv, Senin (16/7/2012), sejak hari Minggu lalu, Damaskus telah tertutup asap hitam akibat kontak senjata.
Sementara itu, kelompok aktivis antirezim Bashar al-Assad mengatakan, tentara Suriah telah menutup jalan menuju bandar udara dan berupaya mengepung pasukan pemberontak di selatan Damaskus, yaitu di al-Tadamon dan Hajar al-Aswad. Sejumlah laporan juga menyebutkan, pertempuran sengit telah menyebar di kawasan al-Lawan, di pinggiran Damaskus.
Sebelumnya, Barat dan pihak oposisi justru menuduh Pemerintah Suriah membunuh para demonstran. Bahkan tim peninjau PBB tetap bersikukuh dan telah mengonfirmasikan temuannya yang mengungkapkan pasukan Suriah telah menggunakan senjata berat saat menyerang Desa Tramseh, di dekat kota Hama.
Seorang peninjau PBB mencari bukti di desa Tramseh pasca serangan selama dua hari. Laporan tersebut mengungkapkan, lebih dari 50 rumah telah dibakar, serta eksekusi terhadap warga desa setempat dan membawa pergi mayatnya.
Sementara itu, Pemerintah Suriah membantah tudingan PBB. Tuduhan yang dilontarkan Utusan Khusus PBB dan Liga Arab, Kofi Annan itu dianggap sebagai pernyataan yang tergesa-gesa.
Sejak pertengahan tahun lalu, Suriah menjadi tempat kerusuhan mematikan karena telah merenggut nyawa banyak orang, termasuk sejumlah besar tentara dan personel keamanan.
Sementara itu, kelompok aktivis antirezim Bashar al-Assad mengatakan, tentara Suriah telah menutup jalan menuju bandar udara dan berupaya mengepung pasukan pemberontak di selatan Damaskus, yaitu di al-Tadamon dan Hajar al-Aswad. Sejumlah laporan juga menyebutkan, pertempuran sengit telah menyebar di kawasan al-Lawan, di pinggiran Damaskus.
Sebelumnya, Barat dan pihak oposisi justru menuduh Pemerintah Suriah membunuh para demonstran. Bahkan tim peninjau PBB tetap bersikukuh dan telah mengonfirmasikan temuannya yang mengungkapkan pasukan Suriah telah menggunakan senjata berat saat menyerang Desa Tramseh, di dekat kota Hama.
Seorang peninjau PBB mencari bukti di desa Tramseh pasca serangan selama dua hari. Laporan tersebut mengungkapkan, lebih dari 50 rumah telah dibakar, serta eksekusi terhadap warga desa setempat dan membawa pergi mayatnya.
Sementara itu, Pemerintah Suriah membantah tudingan PBB. Tuduhan yang dilontarkan Utusan Khusus PBB dan Liga Arab, Kofi Annan itu dianggap sebagai pernyataan yang tergesa-gesa.
Sejak pertengahan tahun lalu, Suriah menjadi tempat kerusuhan mematikan karena telah merenggut nyawa banyak orang, termasuk sejumlah besar tentara dan personel keamanan.
()