Bantuan AS, tunggu keputusan rakyat Mesir
Minggu, 15 Juli 2012 - 15:55 WIB
Bantuan AS, tunggu keputusan rakyat Mesir
A
A
A
Sindonews.com – Menlu Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton memastikan dukungan Amerika bagi transisi politik di Mesir dalam pertemuan dengan Presiden Mesir Mohammed Morsi. Clinton mengatakan, AS ingin membantu, tetapi tergantung keputusan rakyat Mesir bagaimana transisi yang ingin dilakukan.
Bantuan ini mencakup dana usaha AS-Mesir bernilai 60 juta dollar dan dana untuk mendukung perusahaan berskala kecil dan menengah bernilai 250 juta dolar. Sebagaimana dilansir VOA, Minggu (15/7/2012).
Seperti diketahui, Presiden Morsi terlibat adu kekuatan dengan tokoh-tokoh militer Mesir yang mengendalikan negara itu setelah Presiden Hosni Mubarak terguling tahun lalu.
Para pemimpin militer telah mengambil langkah guna membatasi kewenangan presiden sipil pertama Mesir. Mereka juga mendukung keputusan Mahkamah Agung bulan Juni untuk membubarkan parlemen. Mahkamah Agung menyatakan sebagian anggota terpilih secara tidak sah.
Sementara itu, puluhan orang berdemonstrasi di luar istana kepresidenan Mesir ketika Hillary Clinton tiba hari Sabtu kemarin. Sebelumnya media Mesir melaporkan, para aktivis menyerukan demonstrasi menentang apa yang dianggap sebagai persekutuan Amerika dengan kelompok Islamis, Ikhwanul Muslimin.
Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton tiba di Mesir setelah melawat ke Asia selama sepekan. Dia juga akan berkunjung ke Israel sebelum kembali ke Amerika. Dalam lawatan ke Mesir selama dua hari, Hillary Clinton juga akan bertemu Kepala Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, Jenderal Mohammad Hussein Tantawi.
Bantuan ini mencakup dana usaha AS-Mesir bernilai 60 juta dollar dan dana untuk mendukung perusahaan berskala kecil dan menengah bernilai 250 juta dolar. Sebagaimana dilansir VOA, Minggu (15/7/2012).
Seperti diketahui, Presiden Morsi terlibat adu kekuatan dengan tokoh-tokoh militer Mesir yang mengendalikan negara itu setelah Presiden Hosni Mubarak terguling tahun lalu.
Para pemimpin militer telah mengambil langkah guna membatasi kewenangan presiden sipil pertama Mesir. Mereka juga mendukung keputusan Mahkamah Agung bulan Juni untuk membubarkan parlemen. Mahkamah Agung menyatakan sebagian anggota terpilih secara tidak sah.
Sementara itu, puluhan orang berdemonstrasi di luar istana kepresidenan Mesir ketika Hillary Clinton tiba hari Sabtu kemarin. Sebelumnya media Mesir melaporkan, para aktivis menyerukan demonstrasi menentang apa yang dianggap sebagai persekutuan Amerika dengan kelompok Islamis, Ikhwanul Muslimin.
Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton tiba di Mesir setelah melawat ke Asia selama sepekan. Dia juga akan berkunjung ke Israel sebelum kembali ke Amerika. Dalam lawatan ke Mesir selama dua hari, Hillary Clinton juga akan bertemu Kepala Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, Jenderal Mohammad Hussein Tantawi.
()