PBB siapkan opsi tangani krisis Suriah
Jum'at, 13 Juli 2012 - 16:44 WIB
PBB siapkan opsi tangani krisis Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Kofi Annan sebagai utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah mengatakan, Presiden Suriah Bashar al-Assad telah membahas pembentukan pemerintah transisi Suriah. Untuk itu, Dewan Keamanan PBB akan segera memutuskan tindakan apa saja yang akan diambil dalam mengatasi krisis di Suriah.
Saat ini, Presiden Assad telah mengajukan nama seseorang untuk mewakili Suriah dalam perundingan dengan pihak oposisi, seperti dilaporkan VOA, Jumat (13/7/2012).
Sementara itu, pemimpin kelompok oposisi Suriah mengungkapkan dukungan Rusia atas Presiden Assad justru membuat aksi kekerasan di negara ini terus berlangsung. Para anggota kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, tetapi Rusia belum mencabut dukungan atas pemerintah Assad.
Menlu Lavrov memastikan posisi Rusia untuk menghentikan semua kekerasan, karena rakyat Suriah harus memutuskan masa depan negara mereka. Sedangkan aktivis oposisi Suriah mengatakan pasukan pemerintah telah membantai 200 orang lebih, sebagian besar warga sipil di sebuah desa di Provinsi Hama.
Para aktivis oposisi dan saksi mata mengatakan tentara menembaki desa Treimsa sebelum menyerbu kota itu. Pembantaian terjadi saat Dewan Keamanan PBB memperdebatkan pemberlakuan sanksi-sanksi baru yang lebih keras terhadap pemerintah Suriah, jika terus menyerang oposisi dan warga sipil dengan senjata berat.
Saat ini, Presiden Assad telah mengajukan nama seseorang untuk mewakili Suriah dalam perundingan dengan pihak oposisi, seperti dilaporkan VOA, Jumat (13/7/2012).
Sementara itu, pemimpin kelompok oposisi Suriah mengungkapkan dukungan Rusia atas Presiden Assad justru membuat aksi kekerasan di negara ini terus berlangsung. Para anggota kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, tetapi Rusia belum mencabut dukungan atas pemerintah Assad.
Menlu Lavrov memastikan posisi Rusia untuk menghentikan semua kekerasan, karena rakyat Suriah harus memutuskan masa depan negara mereka. Sedangkan aktivis oposisi Suriah mengatakan pasukan pemerintah telah membantai 200 orang lebih, sebagian besar warga sipil di sebuah desa di Provinsi Hama.
Para aktivis oposisi dan saksi mata mengatakan tentara menembaki desa Treimsa sebelum menyerbu kota itu. Pembantaian terjadi saat Dewan Keamanan PBB memperdebatkan pemberlakuan sanksi-sanksi baru yang lebih keras terhadap pemerintah Suriah, jika terus menyerang oposisi dan warga sipil dengan senjata berat.
()