Meksiko lakukan perhitungan suara ulang
Kamis, 05 Juli 2012 - 13:43 WIB
Meksiko lakukan perhitungan suara ulang
A
A
A
Sindonews.com - Komisi pemilihan umum Meksiko (IFE), memutuskan melakukan perhitungan kembali 54,5 persen surat suara hasil pemilu presiden Meksiko pada 1 Juli lalu.
"78.012 kotak suara dari 143 ribu kota suara akan dihitung ulang. Penghitungan ulang itu rencananya akan selesai hari Kamis ini," ungkap Jacobo, seperti diberitakan Presstv, Kamis (5/7/2012).
Keputusan IFE disampaikan oleh Sekertariat Komisi pemilihan umum (pemilu) Meksiko, Edmundo Jacobo Rabu, 4 Juli 2012 kemarin. Penghitungan ulang dilakukan menyusul protes Andres Manuel Lopez Obrador kandidat presiden dari Partai Revolusi Demokratik (PRD).
Berdasarkan hukum pemilu Meksiko, penghitungan ulang bisa dilakukan dalam tiga kondisi. Pertama, terdapat inkonsistensi dalam penghitungan total suara. Kedua, ada perbedaan hasil persentase suara akhir lebih dari satu persen atau lebih. Ketiga, dalam satu kotak terdapat keseragaman hasil suara.
Sebelumnya, Lopez Obrador mengatakan, pemilu kali ini telah di rusak oleh Enrique Pena Nieto, kandidat Presiden dari Partai Revolusioner Institusional (PRI) dengan praktik jual beli suara. "Tindakan pemimpin PRi dan pendukung mereka memalukan dan tidak bermoral," ungkap Lopez Obrador.
Sementara itu, Pena Nieto membantah tuduhan Lopez Obrador atas tindakan pembelian suara dalam pemilu presiden 1 Juli lalu. "Partai saya tidak melakukan hal yang melanggar aturan hukum," ungkap Nieto, seperti dilansir dalam BBC, Kamis (5/7/2012).
Nieto juga membantah isu pemberian voucer kepada pemilih suara. Dalam wawancaranya dengan BBC, Nieto menyesalkan sikap Lopez Obrador yang tidak mengakui hasil akhir pemilu presiden.
Ini bukan kali pertamanya Lopez Obrador menolak hasil perhitungan suara. Dalam pemilu presiden 2006, dia melakukan aksi protes jalanan selama beberapa bulan, usai komisi pemilihan umum mengumumkan kemenangan Felipe Calderon sebagai Presiden Meksiko.
"78.012 kotak suara dari 143 ribu kota suara akan dihitung ulang. Penghitungan ulang itu rencananya akan selesai hari Kamis ini," ungkap Jacobo, seperti diberitakan Presstv, Kamis (5/7/2012).
Keputusan IFE disampaikan oleh Sekertariat Komisi pemilihan umum (pemilu) Meksiko, Edmundo Jacobo Rabu, 4 Juli 2012 kemarin. Penghitungan ulang dilakukan menyusul protes Andres Manuel Lopez Obrador kandidat presiden dari Partai Revolusi Demokratik (PRD).
Berdasarkan hukum pemilu Meksiko, penghitungan ulang bisa dilakukan dalam tiga kondisi. Pertama, terdapat inkonsistensi dalam penghitungan total suara. Kedua, ada perbedaan hasil persentase suara akhir lebih dari satu persen atau lebih. Ketiga, dalam satu kotak terdapat keseragaman hasil suara.
Sebelumnya, Lopez Obrador mengatakan, pemilu kali ini telah di rusak oleh Enrique Pena Nieto, kandidat Presiden dari Partai Revolusioner Institusional (PRI) dengan praktik jual beli suara. "Tindakan pemimpin PRi dan pendukung mereka memalukan dan tidak bermoral," ungkap Lopez Obrador.
Sementara itu, Pena Nieto membantah tuduhan Lopez Obrador atas tindakan pembelian suara dalam pemilu presiden 1 Juli lalu. "Partai saya tidak melakukan hal yang melanggar aturan hukum," ungkap Nieto, seperti dilansir dalam BBC, Kamis (5/7/2012).
Nieto juga membantah isu pemberian voucer kepada pemilih suara. Dalam wawancaranya dengan BBC, Nieto menyesalkan sikap Lopez Obrador yang tidak mengakui hasil akhir pemilu presiden.
Ini bukan kali pertamanya Lopez Obrador menolak hasil perhitungan suara. Dalam pemilu presiden 2006, dia melakukan aksi protes jalanan selama beberapa bulan, usai komisi pemilihan umum mengumumkan kemenangan Felipe Calderon sebagai Presiden Meksiko.
()