Pengalaman Hadapi Wabah SARS, Taiwan Dipuji Dalam Penanganan Covid-19

Selasa, 07 April 2020 - 10:02 WIB
Pengalaman Hadapi Wabah...
Pengalaman Hadapi Wabah SARS, Taiwan Dipuji Dalam Penanganan Covid-19
A A A
TAIPEI - Tanggal 25 Januari ketika dunia belum terbangun total dari bahaya virus corona yang mulai menyebar dari China tengah, Taiwan sudah siaga. Persiapan matang dan kesiapsiagaan Taiwan kini mendapatkan pujian karena mampu meminimalisasi korban akibat Covid-19.

Baik Australia maupun Taiwan memiliki jumlah populasi yang sama yakni 24 juta. Keduanya juga mengontrol ketat perbatasan. Mereka juga memiliki hubungan dagang dan transportasi dengan China. Namun, jumlah kasus virus corona di Australia sudah mencapai lebih dari 5.635, sedangkan di Taiwan kurang dari 400.

Pertanyaanya, mengapa Taiwan mampu mengontrol wabah virus corona? Taiwan memiliki pengalaman panjang dengan berbagai wabah. Selama wabah severe acute respiratory syndrome (SARS) pada 2003, Taiwan merupakan kawasan yang cukup parah dilanda bencana itu selain Hong Kong dan China Selatan. Lebih dari 150.000 orang dikarantina di pulau tersebut dan 181 orang meninggal dunia.

Pengalaman tersebut menjadikan Taiwan memiliki kesiagaan penuh untuk menghadapi wabah virus corona. Selain itu, pemerintah juga sudah sejak awal meminta warganya untuk mengenakan masker sejak Januari silam. Pemerintah juga melarang ekspor masker ke luar negeri. (Baca: Taiwan Klaim Punya Kemampuan Pencegahan Epidemi Kelas Dunia)

Yang tidak kalah penting adalah sistem perawatan kesehatan kelas dunia yang dimiliki Taiwan. Ketika wabah virus corona muncul di Wuhan, Pusat Komando Kesehatan Nasional Taiwan langsung menganggap itu sebagai ancaman.“Taiwan mengimplementasikan sedikitnya 124 tindakan selama lima pekan untuk melindungi kesehatan publik,” kata Jason Wang, dokter asal Taiwan. Dia mengungkapkan, kebijakan pengetatan perbatasan tidaklah cukup.
Dalam kajian yang dilaksanakan Januari lalu, Universitas Johns Hopkins menyatakan Taiwan merupakan salah satu negara yang paling berisiko mengalami wabah korona karena kedekatan, hubungan, dan jaringan transportasi.

Namun, Taiwan ternyata memberlakukan larangan tegas, termasuk larangan berpergian ke China, menghentikan layanan bongkar-muat kapal, dan menerapkan hukuman bagi yang melanggar perintah karantina. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Ini Kisah Zhang Jixian,...
Ini Kisah Zhang Jixian, Dokter yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
53 menit yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
1 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
2 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
3 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
3 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
4 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved