Suplai 60 Ton Alat Medis untuk Corona Tak Gratis, AS Bayar ke Rusia

Jum'at, 03 April 2020 - 10:37 WIB
Suplai 60 Ton Alat Medis...
Suplai 60 Ton Alat Medis untuk Corona Tak Gratis, AS Bayar ke Rusia
A A A
WASHINGTON - Suplai 60 ton peralatan medis dari Rusia untuk Amerika Serikat (AS) tidak gratis. Pejabat administrasi Trump mengatakan Washington membayar kepada Moskow untuk pasokan alat medis yang digunakan dalam perang melawan pandemi virus corona COVID-19.

Pengungkapan pejabat Gedung Putih itu memicu kebingungan mengenai siapa yang membayar tagihan.

Sebelumnya tidak jelas apakah suplai 60 ton peralatan medis yang terdiri dari ventilator, masker, respirator dan lainnya dari Rusia itu sebagai hadiah atau Moskow menjualnya. Moskow memasok kepada Washington setelah diskusi telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump, ketika ditanya tentang pasokan peralatan medis dari Rusia dalam pers briefing Gedung Putih, mengatakan dia senang menerima pengiriman paket itu.

"Saya tidak peduli dengan propaganda Rusia, bahkan sedikit pun. Dia (Putin) menawarkan banyak hal (peralatan) medis, berkualitas tinggi yang saya terima. Dan itu mungkin menyelamatkan banyak nyawa. Saya akan menerimanya setiap hari," kata Trump, seperti dikutip Reuters, Jumat (3/4/2020).

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow telah menalangi setengah biaya untuk peralatan medis yang diambil oleh Washington. (Baca: Kirim Bantuan Medis ke AS, Warga Rusia: Putin Gila! )

Tetapi pejabat senior administrasi Trump yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, mengatakan Amerika Serikat membayar kepada Rusia.

"Amerika Serikat membeli persediaan dan peralatan secara langsung, seperti pengiriman dari negara lain," kata pejabat itu. "Kami menghargai Rusia yang menjual barang-barang ini kepada kami di bawah nilai pasar."

Pejabat itu tidak memberikan rincian angka dari harga peralatan medis itu. Departemen Luar Negeri Amerika tidak menanggapi permintaan untuk informasi lebih lanjut tentang masalah ini.

Pesawat pembawa pasokan perlatan medis Rusia tiba pada hari Rabu di Bandara Internasional John F. Kennedy di New York. Pasokan itu diperiksa oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS untuk memastikan memenuhi standar kualitas AS.

Kota New York menjadi episentrum wabah COVID-19 di Amerika dengan lebih dari 1.500 kematian dan jumlah kasus positif mendekati 50.000. Angka ini adalah data dari otoritas kesehatan kota setempat yang dirilis Kamis malam.

Para kritikus Putin marah dengan pengiriman perlatan medis itu karena Rusia sendiri mengalami kekurangan parah akan barang-barang yang sama.

Rusia pada hari Kamis melaporkan total 3.548 kasus COVID-19 dengan 30 orang di antaranya telah meninggal. Presiden Putin mengatakan "periode tidak bekerja" di Rusia diperpanjang hingga 30 April. Langkah ini untuk mengurangi kontak pribadi guna menghentikan penyebaran wabah COVID-19.
(mas)
Berita Terkait
Terinfeksi Covid-19,...
Terinfeksi Covid-19, Jubir Vladimir Putin Dirawat di Rumah Sakit
Pelayan Pribadi Trump...
Pelayan Pribadi Trump Positif Terinfeksi Virus Corona
Trump Sebut Virus Corona...
Trump Sebut Virus Corona dengan Sebutan 'Kung Flu'
Pelayan Pribadi Donald...
Pelayan Pribadi Donald Trump Terjangkit Virus Corona
Bantah Trump, Ahli Virus...
Bantah Trump, Ahli Virus AS Sebut COVID-19 Bukan Buatan Lab China
Trump Tolak Beri Dana...
Trump Tolak Beri Dana Bantuan, Wali Kota New York Murka
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
30 menit yang lalu
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
1 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
1 jam yang lalu
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
2 jam yang lalu
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
2 jam yang lalu
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
3 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved