alexametrics

Suplai 60 Ton Alat Medis untuk Corona Tak Gratis, AS Bayar ke Rusia

loading...
A+ A-
WASHINGTON - Suplai 60 ton peralatan medis dari Rusia untuk Amerika Serikat (AS) tidak gratis. Pejabat administrasi Trump mengatakan Washington membayar kepada Moskow untuk pasokan alat medis yang digunakan dalam perang melawan pandemi virus corona COVID-19.

Pengungkapan pejabat Gedung Putih itu memicu kebingungan mengenai siapa yang membayar tagihan.

Sebelumnya tidak jelas apakah suplai 60 ton peralatan medis yang terdiri dari ventilator, masker, respirator dan lainnya dari Rusia itu sebagai hadiah atau Moskow menjualnya. Moskow memasok kepada Washington setelah diskusi telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.



Trump, ketika ditanya tentang pasokan peralatan medis dari Rusia dalam pers briefing Gedung Putih, mengatakan dia senang menerima pengiriman paket itu.

"Saya tidak peduli dengan propaganda Rusia, bahkan sedikit pun. Dia (Putin) menawarkan banyak hal (peralatan) medis, berkualitas tinggi yang saya terima. Dan itu mungkin menyelamatkan banyak nyawa. Saya akan menerimanya setiap hari," kata Trump, seperti dikutip Reuters, Jumat (3/4/2020).

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow telah menalangi setengah biaya untuk peralatan medis yang diambil oleh Washington. (Baca: Kirim Bantuan Medis ke AS, Warga Rusia: Putin Gila!)

Tetapi pejabat senior administrasi Trump yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, mengatakan Amerika Serikat membayar kepada Rusia.

"Amerika Serikat membeli persediaan dan peralatan secara langsung, seperti pengiriman dari negara lain," kata pejabat itu. "Kami menghargai Rusia yang menjual barang-barang ini kepada kami di bawah nilai pasar."

Pejabat itu tidak memberikan rincian angka dari harga peralatan medis itu. Departemen Luar Negeri Amerika tidak menanggapi permintaan untuk informasi lebih lanjut tentang masalah ini.

Pesawat pembawa pasokan perlatan medis Rusia tiba pada hari Rabu di Bandara Internasional John F. Kennedy di New York. Pasokan itu diperiksa oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS untuk memastikan memenuhi standar kualitas AS.

Kota New York menjadi episentrum wabah COVID-19 di Amerika dengan lebih dari 1.500 kematian dan jumlah kasus positif mendekati 50.000. Angka ini adalah data dari otoritas kesehatan kota setempat yang dirilis Kamis malam.

Para kritikus Putin marah dengan pengiriman perlatan medis itu karena Rusia sendiri mengalami kekurangan parah akan barang-barang yang sama.

Rusia pada hari Kamis melaporkan total 3.548 kasus COVID-19 dengan 30 orang di antaranya telah meninggal. Presiden Putin mengatakan "periode tidak bekerja" di Rusia diperpanjang hingga 30 April. Langkah ini untuk mengurangi kontak pribadi guna menghentikan penyebaran wabah COVID-19.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top