Lusinan Pekerja Seks Positif Corona Picu Ketakutan di Jepang

Jum'at, 03 April 2020 - 08:16 WIB
Lusinan Pekerja Seks...
Lusinan Pekerja Seks Positif Corona Picu Ketakutan di Jepang
A A A
TOKYO - Lusinan pekerja seks di salah satu distrik lampu merah terbesar di Jepang telah dites positif terinfeksi virus corona COVID-19. Hal ini memicu ketakutan akan terjadinya ledakan jumlah kasus, karena para pekerja seks tersebut memiliki banyak pelanggan.

Jika terjadi ledakan kasus infeksi COVID-19, maka rumah sakit lokal akan kewalahan.

Pejabat di Kabukicho, Jepang, mengatakan peningkatan tajam dalam infeksi virus corona terkait dengan area hiburan orang dewasa, yang mana sebagian besar kasus di antara wanita yang bekerja di kelab dan pria yang mencari wanita penghibur.

Mengutip laporan Japan News, Jumat (3/4/2020), hubungan intim dengan pekerja seks yang terinfeksi membuat penyebaran COVID-19 hampir tak terhindarkan dan hampir mustahil untuk dilacak. Menuru laporan tersebut, para pekerja seks menolak untuk bekerja sama untuk mengungkap siapa yang yang telah berhubungan dengan mereka.

Di tengah kekhawatiran tentang masalah ini, krisis COVID-19 sudah lebih buruk daripada yang diketahui, di mana wali kota setempat; Kenichi Yoshizumi, mengatakan fasilitas medis kotanya sudah di ambang kewalahan.

Yoshizumi menyarankan orang-orang untuk menghindari kelub dewasa. Menurut data The Sun, diperkirakan 300.000 orang mengunjungi 300 bisnis terkait seks di Kabukicho setiap hari. (Baca: COVID-19 Bikin Salah Satu Rumah Bordil Terbesar Dunia Mati Suri )

Kazuhiro Tateda, presiden Asosiasi Penyakit Infeksi Jepang dan anggota komite pemerintah untuk penanganan krisis virus corona, mengatakan bahwa virus itu menyebar dengan serius di distrik kehidupan malam.

"Ini terkait dengan kehidupan malam," kata Tateda, seperti dikutip South China Morning Post. Dia mencatat hampir setengah dari jumlah kasus infeksi terbaru di Tokyo adalah antara remaja hingga warga usia 40-an tahun.

"Ini adalah distrik kelab malam yang sangat sibuk di mana orang-orang berdekatan dan itu populer di kalangan pria paruh baya."

Data hingga hari ini, ada 2.495 kasus infeksi COVID-19 di Jepang, dengan 62 orang di antaranya telah meninggal. Sejauh ini 472 pasien telah berhasil disembuhkan.
(mas)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Senin, Jepang Perpanjang...
Senin, Jepang Perpanjang Keadaan Darurat Virus Corona
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Ikuti Jejak AS, Jepang...
Ikuti Jejak AS, Jepang Akan Gunakan Remdesivir untuk Obati COVID-19
Virus Corona Terdeteksi...
Virus Corona Terdeteksi Ada di Udara
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
4 jam yang lalu
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
6 jam yang lalu
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
7 jam yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
11 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
12 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
13 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved