Ikuti Jejak AS, Jepang Akan Gunakan Remdesivir untuk Obati COVID-19
Kamis, 07 Mei 2020 - 15:23 WIB
loading...
Jepang akan menggunakan remdesivir untuk pengobatan COVID-19. Foto/Discover Magazine
A
A
A
TOKYO - Jepang berencana untuk mengesahkan penggunaan obat remdesivir untuk mengobati pasien virus Corona baru, COVID-19. Meski begitu, Jepang tetap memberikan persetujuan untuk penggunaan Avigan.
Ini akan membuat Jepang negara kedua setelah Amerika Serikat (AS) yang menggunakan obat tersebut untuk kasus COVID-19 yang parah.
"Jika tidak ada masalah, kami berharap untuk segera menyetujui (penggunaan obat remdesivir) hari ini di panel peraturan kementerian kesehatan," ujar juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, seperti dikutip dari AFP, Kamis (7/5/2020).
Sedangkan Avigan, yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang Fujifilm Toyama Chemical, Suga mengatakan pemerintah juga bertujuan untuk menyetujuinya bulan ini jika uji klinis yang melibatkan 100 pasien terbukti efektif.
Obat, yang nama generiknya adalah favipiravir, disetujui untuk digunakan di Jepang pada 2014 tetapi hanya pada wabah flu yang tidak ditangani secara efektif oleh obat yang ada.
Obat ini tidak tersedia di pasar dan hanya dapat diproduksi dan didistribusikan atas permintaan pemerintah Jepang.
Favipiravir, yang dapat dipakai secara oral sebagai pil, bekerja dengan menghalangi kemampuan virus untuk bereplikasi di dalam sel.
Ini akan membuat Jepang negara kedua setelah Amerika Serikat (AS) yang menggunakan obat tersebut untuk kasus COVID-19 yang parah.
"Jika tidak ada masalah, kami berharap untuk segera menyetujui (penggunaan obat remdesivir) hari ini di panel peraturan kementerian kesehatan," ujar juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, seperti dikutip dari AFP, Kamis (7/5/2020).
Sedangkan Avigan, yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang Fujifilm Toyama Chemical, Suga mengatakan pemerintah juga bertujuan untuk menyetujuinya bulan ini jika uji klinis yang melibatkan 100 pasien terbukti efektif.
Obat, yang nama generiknya adalah favipiravir, disetujui untuk digunakan di Jepang pada 2014 tetapi hanya pada wabah flu yang tidak ditangani secara efektif oleh obat yang ada.
Obat ini tidak tersedia di pasar dan hanya dapat diproduksi dan didistribusikan atas permintaan pemerintah Jepang.
Favipiravir, yang dapat dipakai secara oral sebagai pil, bekerja dengan menghalangi kemampuan virus untuk bereplikasi di dalam sel.
Lihat Juga :