Laporan Intelijen AS: China Bohong Soal Jumlah Kasus Corona Sebenarnya

Kamis, 02 April 2020 - 15:03 WIB
Laporan Intelijen AS:...
Laporan Intelijen AS: China Bohong Soal Jumlah Kasus Corona Sebenarnya
A A A
WASHINGTON - Laporan terbaru komunitas intelijen Amerika Serikat (AS) menyatakan pemerintah China menyembunyikan data sesungguhnya tentang jumlah kasus virus corona di Negeri Panda itu.

Berdasarkan sumber tiga pejabat AS yang dikutip Bloomberg, komunitas intelijen menjelaskan dalam laporan rahasia untuk Gedung Putih bahwa jumlah infeksi dan korban meninggal akibat Covid-19 di China tidak diungkap seluruhnya.

“Laporan rahasia itu pun menyimpulkan angka yang diumumkan pemerintah China itu palsu,” papar dua sumber pejabat AS pada Bloomberg.

Gedung Putih menerima laporan intelijen itu pekan lalu. Saat konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (1/4), Trump menyatakan, “Kami belum menerima laporan intelijen apapun” yang menunjukkan China melaporkan jumlah kasus yang lebih rendah.

Meski demikian, Trump menjelaskan, “Angka mereka sedikit di sisi terang, dan saya menjadi baik saat saya katakan itu, relatif pada apa yang kita saksikan dan apa yang dilaporkan.”

China telah melaporkan 82.361 kasus virus corona dan 3.300 korban meninggal dunia menurut data dari Universitas Johns Hopkins. Jumlah itu sekitar setengah dari total kasus yang dikonfirmasi di AS yang menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi di dunia. AS memiliki 189.000 kasus dan lebih dari 4.000 kematian akibat virus corona.

Belum ada yang merespon untuk komentar atas laporan itu dari Kedutaan Besar China di Washington.

“Anda tidak tahu angka itu di China,” ungkap Presiden AS Donald Trump pekan lalu.

Trump menambahkan, AS dan China terus berkomunikasi dan Beijing akan mengucurkan USD250 miliar untuk membeli produk-produk AS. “Kami ingin menjaga itu, mereka ingin menjaga itu,” ungkap Trump terkait kesepakatan dagang AS dan China.

Wakil Presiden AS Mike Pence menjelaskan, “Kenyataannya kita dapat lebih baik jika China lebih terbuka.”

“Apa yang terbukti sekarang ialah lama sebelum dunia mengetahui pada Desember bahwa China menghadapi ini, dan mungkin sebulan lebih awal dari itu, itu wabah ada di China,” papar Pence.

Ada banyak ketidakpercayaan terhadap data yang diungkap China, baik di dalam dan luar negeri. Pemerintah China juga berulang kali merevisi metodologi untuk penghitungan kasus, termasuk mengecualikan orang positif corona tanpa gejala.

Hanya pada pekan ini China menambahkan lebih dari 1.500 kasus corona tanpa gejala dalam jumlah total kasus.
(sfn)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Terungkap, AS Danai...
Terungkap, AS Danai Penelitian Virus Corona di Wuhan
Viral, Vlogger China...
Viral, Vlogger China Curiga Virus Corona Dibawa AS ke Wuhan
Ilmuwan Laboratorium...
Ilmuwan Laboratorium Wuhan Sebut Covid-19 Virus Buatan Manusia yang Didanai AS
Berita Terkini
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
1 jam yang lalu
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
3 jam yang lalu
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
5 jam yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
8 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
9 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
9 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved