Trump: Puncak Kematian di AS akibat COVID-19 Dua Minggu Lagi

Senin, 30 Maret 2020 - 07:10 WIB
Trump: Puncak Kematian...
Trump: Puncak Kematian di AS akibat COVID-19 Dua Minggu Lagi
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mengatakan puncak kematian yang disebabkan oleh virus corona baru, COVID-19, di Amerika akan terjadi dua minggu lagi.

Pedoman yang diberlakukan secara nasional, kata dia, akan diperpanjang satu bulan lagi. Menurut Trump, prediksi puncak kematian di Amerika itu mengutip data pemodelan stastik para pakar.

"Puncak—titik tertinggi angka kematian...kemungkinan akan mencapai dalam dua minggu," kata Trump saat dia memberikan pembaruan atau update tentang pandemi COVID-19 di AS pada hari Minggu waktu Washington, seperti dikutip Reuters, Senin (30/3/2020).

Trump juga mengutip perkiraan yang menyarankan bahwa jika pedoman social distancing belum diperkenalkan, sebanyak 2,2 juta orang bisa saja meninggal akibat pandemi virus corona baru di AS. Dia berkata penting untuk memperpanjang langkah-langkah yang ada hingga akhir April mendatang.

"Sekarang kita melihat angka yang jauh, jauh lebih rendah dari itu," ujarnya.

Berbicara di program "State of the Union" CNN, penasihat Trump untuk krisis COVID-19; Dr Anthony Fauci, mengklaim bahwa antara 100.000 hingga 200.000 kematian kemungkinan akan terjadi di Amerika.

Fauchi menggambarkan perkiraan seberapa cepat virus akan menyebar di AS seperti mengejar target yang bergerak.

Berbeda dengan retorikanya sebelumnya, Presiden Trump kini menyerukan kesabaran dengan memperingatkan agar tidak merayakan kemenangan atas penyakit mematikan yang telah merenggut 2.475 nyawa di AS sebelum wabah benar-benar diakhiri.

"Tidak ada yang lebih buruk daripada menyatakan kemenangan sebelum kemenangan diraih. Itu akan menjadi kerugian terbesar dari semua," katanya.

Ditanya apakah mungkin bahwa pedoman nasional akan diperpanjang bahkan setelah 30 April, Trump mengatakan bahwa ia berharap itu tidak perlu.

Data dari situs pelaporan online worldometers.info pukul 07.00 WIB menunjukkan AS memiliki 141.812 orang yang terinfeksi COVID-19 dengan 2.475 di antaranya meninggal. Sejauh ini 4.435 telah disembuhkan.
(mas)
Berita Terkait
Bantah Trump, Ahli Virus...
Bantah Trump, Ahli Virus AS Sebut COVID-19 Bukan Buatan Lab China
Pelayan Pribadi Trump...
Pelayan Pribadi Trump Positif Terinfeksi Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Trump Sebut Virus Corona...
Trump Sebut Virus Corona dengan Sebutan 'Kung Flu'
Trump Sebut COVID-19...
Trump Sebut COVID-19 Buatan Lab China, Jenderal AS: Kami Tidak Tahu
Trump Stop AS Danai...
Trump Stop AS Danai WHO atas Tuduhan Salah Urus COVID-19
Berita Terkini
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
18 menit yang lalu
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
33 menit yang lalu
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
59 menit yang lalu
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
1 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
2 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved