alexametrics

Trump: Puncak Kematian di AS akibat COVID-19 Dua Minggu Lagi

loading...
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mengatakan puncak kematian yang disebabkan oleh virus corona baru, COVID-19, di Amerika akan terjadi dua minggu lagi.

Pedoman yang diberlakukan secara nasional, kata dia, akan diperpanjang satu bulan lagi. Menurut Trump, prediksi puncak kematian di Amerika itu mengutip data pemodelan stastik para pakar.

"Puncak—titik tertinggi angka kematian...kemungkinan akan mencapai dalam dua minggu," kata Trump saat dia memberikan pembaruan atau update tentang pandemi COVID-19 di AS pada hari Minggu waktu Washington, seperti dikutip Reuters, Senin (30/3/2020).



Trump juga mengutip perkiraan yang menyarankan bahwa jika pedoman social distancing belum diperkenalkan, sebanyak 2,2 juta orang bisa saja meninggal akibat pandemi virus corona baru di AS. Dia berkata penting untuk memperpanjang langkah-langkah yang ada hingga akhir April mendatang.

"Sekarang kita melihat angka yang jauh, jauh lebih rendah dari itu," ujarnya.

Berbicara di program "State of the Union" CNN, penasihat Trump untuk krisis COVID-19; Dr Anthony Fauci, mengklaim bahwa antara 100.000 hingga 200.000 kematian kemungkinan akan terjadi di Amerika.

Fauchi menggambarkan perkiraan seberapa cepat virus akan menyebar di AS seperti mengejar target yang bergerak.

Berbeda dengan retorikanya sebelumnya, Presiden Trump kini menyerukan kesabaran dengan memperingatkan agar tidak merayakan kemenangan atas penyakit mematikan yang telah merenggut 2.475 nyawa di AS sebelum wabah benar-benar diakhiri.

"Tidak ada yang lebih buruk daripada menyatakan kemenangan sebelum kemenangan diraih. Itu akan menjadi kerugian terbesar dari semua," katanya.

Ditanya apakah mungkin bahwa pedoman nasional akan diperpanjang bahkan setelah 30 April, Trump mengatakan bahwa ia berharap itu tidak perlu.

Data dari situs pelaporan online worldometers.info pukul 07.00 WIB menunjukkan AS memiliki 141.812 orang yang terinfeksi COVID-19 dengan 2.475 di antaranya meninggal. Sejauh ini 4.435 telah disembuhkan.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top