2.000 Meninggal Akibat COVID-19, Trump Pertimbangkan Lockdown New York

Minggu, 29 Maret 2020 - 08:38 WIB
2.000 Meninggal Akibat...
2.000 Meninggal Akibat COVID-19, Trump Pertimbangkan Lockdown New York
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan ia mungkin akan melarang perjalanan masuk dan keluar dari wilayah New York. Tindakan itu dilakukan untuk membatasi penyebaran virus Corona dari pusat epicentrum wabah itu di AS, seiring jumlah meninggal secara nasional tembus 2.000.

Dengan jumlah kematian dua kali lipat dari tiga hari yang lalu, Trump mengatakan ia mungkin akan memberlakukan karantina di New York dan bagian dari New Jersey serta Connecticut untuk melindungi negara bagian lainnya.

"Mereka mengalami masalah di Florida. Banyak warga New York tumbang. Kami tidak menginginkan itu," kata Trump kepada wartawan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (29/3/2020).

Trump mengatakan setiap penguncian area New York hanya akan berlaku untuk orang yang meninggalkan wilayah tersebut.

"Itu tidak akan mencakup sopir truk yang melakukan pengiriman atau mengemudi melalui daerah itu," jelasnya.

Trump juga enggan menggunakan kewenangannya dalam kondisi darurat untuk memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk memproduksi pasokan medis yang sangat dibutuhkan, meskipun ada permintaan dari gubernur wilayah dan rumah sakit.

Sementara itu Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan tidak mengetahui tentang rencana lockdown yang akan dilakukan oleh Trump.

"Aku bahkan tidak tahu apa artinya itu. Saya tidak tahu bagaimana itu bisa ditegakkan secara hukum, dan dari sudut pandang medis saya tidak tahu apa yang akan Anda capai," kata Cuomo kepada wartawan.

"Aku bahkan tidak suka bunyinya," imbuhnya.

Beberapa negara telah memberlakukan batasan. Warga New York yang tiba di Florida dan Rhode Island diperintahkan untuk mengisolasi diri jika mereka berniat untuk menetap. Gubernur Pennsylvania dan Virginia Barat telah meminta para warga New York yang berkunjung untuk secara sukarela melakukan karantina sendiri.

Gubernur New Hampshire Chris Sununu meminta semua pendatang ke wilayahnya yang tidak datang karena alasan kerja untuk melakukan karantina sendiri secara sukarela.

AS sekarang memiliki sekitar 120.000 kasus yang dikonfirmasi, angka tertinggi di dunia. Jumlah kasus di AS ini melampaui China dan Italia, yang tercatat sebagai negara dengan kasus kematian akibat Corona tertinggi di dunia. (Baca: Pandemi Corona: AS Catat Kasus Infeksi Terbanyak, Italia Korban Meninggal )
(ian)
Berita Terkait
Pelayan Pribadi Donald...
Pelayan Pribadi Donald Trump Terjangkit Virus Corona
Bertambah, Staf Kampanye...
Bertambah, Staf Kampanye Trump yang Positif Virus Corona
Donald Trump Jr. Dinyatakan...
Donald Trump Jr. Dinyatakan Positif Covid-19
Pelayan Pribadi Trump...
Pelayan Pribadi Trump Positif Terinfeksi Virus Corona
Trump Sebut Virus Corona...
Trump Sebut Virus Corona dengan Sebutan 'Kung Flu'
Pacar Donald Trump Jr....
Pacar Donald Trump Jr. Dinyatakan Positif Covid-19
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
1 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
2 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
3 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
3 jam yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
4 jam yang lalu
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
7 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved