Trump Tetap Sebut Corona 'Virus China', Tak Peduli Beijing Marah

Rabu, 18 Maret 2020 - 13:48 WIB
Trump Tetap Sebut Corona...
Trump Tetap Sebut Corona 'Virus China', Tak Peduli Beijing Marah
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak untuk berhenti menggunakan nama "Virus China" untuk virus corona jenis baru, COVID-19 . Dia tak peduli penggunaan nama itu telah membuat Beijing marah dan dianggap rasis oleh media-media Amerika.

Ditanya tentang penggunaan nama virus tersebut selama konferensi pers Gedung Putih pada Selasa, Presiden Trump akan terus menyebut Covid-19 sebagai "Virus China" karena itu berasal dari negara tersebut.

Dia enggan berdebat dengan Beijing soal asal-usul COVID-19 setelah diplomat Beijing mencurigai tentara Amerika yang membawa virus itu ke Wuhan dan kini menyebar ke seluruh dunia. (Baca: China Berang Trump Sebut COVID-19 sebagai Virus China )

"China mengeluarkan informasi, yang salah, bahwa militer kami memberikan itu kepada mereka. Itu salah," kata Trump.

"Dan daripada berdebat, saya mengatakan saya harus menyebutnya dari mana asalnya; itu memang datang dari China. Jadi saya pikir ini istilah yang sangat akurat," katanya lagi, seperti dikutip New York Post, Rabu (18/3/2020).

"Saya tidak menghargai China yang mengatakan militer kami memberikannya (virus corona) kepada mereka. Militer kami tidak memberikannya kepada siapa pun," lanjut Trump. (Baca juga: Jubir Kemlu China Curiga Militer AS Bawa Virus Corona ke Wuhan )

Komentar Trump ini merujuk pada Zhao Lijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, yang membuat klaim kontroversial pekan lalu bahwa COVID-19 kemungkinan dibawa ke Wuhan oleh tim militer AS selama "Military World Games" bulan sebelumnya.

Rekan juru bicara lainnya dari Kementerian Luar Negeri Geng Shuang menghindari pertanyaan tentang komentar Zhao pada saat itu, dengan tidak membenarkan atau menyangkal jika komentar Zhao mewakili sikap resmi Beijing.

Namun pada hari Selasa, Geng mengatakan pemerintahnya sangat marah atas penggunaan nama "Virus China" oleh Trump. Geng menyebut penggunaan itu semacam stigmatisasi. "(Beijing) menuntut agar Washington segera menghentikan tuduhannya yang tidak dapat dibenarkan terhadap China," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Viral, Vlogger China...
Viral, Vlogger China Curiga Virus Corona Dibawa AS ke Wuhan
Bos Laboratorium Wuhan:...
Bos Laboratorium Wuhan: Asal Virus Corona Bukan dari Kami
Pentagon Tak Yakin COVID-19...
Pentagon Tak Yakin COVID-19 Berasal dari Laboratorium Wuhan
WHO Sebut Mustahil untuk...
WHO Sebut Mustahil untuk Menentukan Asal-usul Covid-19
Trump Stop AS Danai...
Trump Stop AS Danai WHO atas Tuduhan Salah Urus COVID-19
Berita Terkini
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
18 menit yang lalu
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
59 menit yang lalu
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
1 jam yang lalu
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
1 jam yang lalu
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
2 jam yang lalu
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
2 jam yang lalu
Infografis
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved