Korea Utara Desak Israel Akhiri Pembantaian Kejam di Gaza
Rabu, 08 Januari 2025 - 07:29 WIB
loading...
Warga Palestina yang terluka, termasuk anak-anak, dibawa ke Rumah Sakit Al-Awda untuk mendapatkan perawatan setelah tentara Israel menyerang dekat sekolah di kamp pengungsi Bureij di Kota Gaza, Gaza pada tanggal 4 Januari 2025. Foto/Moiz Salhi/Anadolu Age
A
A
A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) pada hari Selasa (7/1/2025) menyerukan aksi global untuk menghentikan pembantaian "kejam" Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut menggambarkan, “Aksi militer Israel di Gaza telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di luar imajinasi dan membangkitkan kemarahan masyarakat internasional."
“Sekaranglah saatnya untuk mempertahankan perdamaian dunia dengan melancarkan perlawanan yang tangguh untuk menghentikan dan menggagalkan pembantaian kejam Israel terhadap warga Palestina melalui kekuatan bersatu dari semua negara yang mencintai keadilan dan perdamaian,” tegas Kemlu Korut.
Mengambil persamaan historis, Korut membandingkan kejadian terkini dengan tindakan Nazi Jerman selama Perang Dunia II dan operasi militer Amerika Serikat (AS) selama Perang Korea.
“Para pembunuh Zionis tidak berbeda dengan mereka. Ada seruan kesedihan yang diserukan oleh banyak jiwa yang hilang, dan masih belum dikuburkan, di Jalur Gaza,” ungkap Kemlu Korut.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut menggambarkan, “Aksi militer Israel di Gaza telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di luar imajinasi dan membangkitkan kemarahan masyarakat internasional."
“Sekaranglah saatnya untuk mempertahankan perdamaian dunia dengan melancarkan perlawanan yang tangguh untuk menghentikan dan menggagalkan pembantaian kejam Israel terhadap warga Palestina melalui kekuatan bersatu dari semua negara yang mencintai keadilan dan perdamaian,” tegas Kemlu Korut.
Mengambil persamaan historis, Korut membandingkan kejadian terkini dengan tindakan Nazi Jerman selama Perang Dunia II dan operasi militer Amerika Serikat (AS) selama Perang Korea.
“Para pembunuh Zionis tidak berbeda dengan mereka. Ada seruan kesedihan yang diserukan oleh banyak jiwa yang hilang, dan masih belum dikuburkan, di Jalur Gaza,” ungkap Kemlu Korut.
Lihat Juga :