Erdogan Tuduh Yunani Pakai Taktik Nazi pada Migran di Perbatasan

Rabu, 11 Maret 2020 - 23:06 WIB
Erdogan Tuduh Yunani...
Erdogan Tuduh Yunani Pakai Taktik Nazi pada Migran di Perbatasan
A A A
ISTANBUL - Presiden Turki Tayyip Erdogan menuduh pasukan keamanan Yunani berperilaku seperti Nazi yang menggunakan kekuatan terhadap para migran yang berupaya melintasi perbatasan dari Turki menuju Uni Eropa (UE).

Puluhan ribu migran berupaya masuk Yunani sejak Turki pada 28 Februari menyatakan tak akan lagi menahan mereka di dalam wilayahnya sesuai kesepakatan 2016 dengan Brussels atas imbalan bantuan Eropa bagi pengungsi.

Pasukan keamanan Yunani menggunakan gas air mata dan meriam air untuk menghentikan para migran. Athena telah menghentikan aplikasi suaka selama sebulan dan mencegah lebih dari 42.000 migran yang secara ilegal masuk UE selama dua pekan terakhir.

Di parlemen Turki, Erdogan menunjukkan rekaman video berisi kejadian di perbatasan Yunani pada para anggota parlemen dari partai berkuasa AKP.

"Tak ada perbedaan antara gambar-gambar di perbatasan Yunani dan apa yang Nazi dulu lakukan," ujar Erdogan.

"Melepas tembakan pada orang tak bersalah, menunjukkan pada mereka semua jenis perlakuan tak berperikemanusiaan. Ini barbarisme dalam semua bentuk kata," ungkap Erdogan.

Dia mengulangi lagi desakannya pada Yunani untuk membiarkan para migran melintasi perbatasan untuk mencapai negara-negara Eropa barat yang lebih kaya.

"Mengapa Anda sangat menghalangi mereka dan melakukan penyiksaan Nazi pada mereka?" tegas Erdogan.

Turki sebelumnya menuduh pasukan keamanan Yunani menembak mati empat migran, klaim yang disangkal Athena sebagai berita palsu. Yunani menyatakan memiliki tugas melindungi perbatasan UE.

Merespon komentar Erdogan, juru bicara pemerintah Yunani Stelios Petsas menyatakan, "Dia terus berupaya mentorpedo suasana dengan pernyataan semacam itu."

"Kami katakan pada semua orang bahwa mereka tidak boleh berupaya masuk melalui jendela. Ada pintu. Siapa pun yang berhak atas perlindungan harus mengetuk pintu itu dan berhak atas proteksi berdasar hukum internasional," ujar dia.
(sfn)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Siap...
Erdogan: Turki Siap Hadapi Berbagai Skenario di Mediterania Timur
Turki-Yunani Kembali...
Turki-Yunani Kembali Memanas, Ini Pemicunya
Yunani-Turki Bertempur...
Yunani-Turki Bertempur di Dunia Maya
Yunani-Turki Bersitegang,...
Yunani-Turki Bersitegang, Menlu Jerman: Sebuah Percikan Bisa Picu Bencana
Erdogan kepada Yunani:...
Erdogan kepada Yunani: Jangan main-main dengan Turki di Aegea
Penjaga Pantai Turki...
Penjaga Pantai Turki Selamatkan 35 Migran dari Perahu Tenggelam
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
4 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
9 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved