Turki Abaikan Tekanan Uni Eropa untuk Tutup Perbatasan

Rabu, 11 Maret 2020 - 00:01 WIB
Turki Abaikan Tekanan...
Turki Abaikan Tekanan Uni Eropa untuk Tutup Perbatasan
A A A
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan dia tidak akan menghentikan migran yang berupaya melintasi perbatasan Turki menuju Yunani meski tekanan Uni Eropa (UE) terhadap Ankara meningkat.

Erdogan juga mengumumkan konferensi tingkat tinggi (KTT) pekan depan di Istanbul dengan para pemimpin Eropa untuk mencari solusi krisis tersebut.

Puluhan ribu migran berupaya masuk ke Yunani yang merupakan anggota UE, sejak Turki pada 28 Februari menyatakan tidak akan lagi menahan mereka di wilayahnya sebagai bagian dari kesepakatan 2016 dengan Brussels.

Yunani telah mengirim tentara ke wilayah perbatasan dan menggunakan gas air mata serta meriam air untuk melawan para migran yang hendak menerobos perbatasan. Yunani telah menghentikan 963 migran ilegal dalam 24 jam terakhir hingga Selasa (10/3) pukul 6 pagi dan menahan 52 orang.

Erdogan mengulangi lagi seruannya pada Yunani agar mengubah sikapnya. "Kami tidak berpikir menutup gerbang itu. Proposal kami untuk Yunani adalah membuka gerbang. Orang-orang itu tidak akan tinggal di Yunani. Biarkan mereka melintasi Yunani menuju negara-negara Eropa lainnya," kata Erdogan saat dalam penerbangan kembali ke Turki setelah membahas krisis migran bersama para pemimpin UE di Brussels.

Dia menyerukan untuk berbagi beban kemanusiaan. Komentar Erdogan itu akan menghidupkan kembali memori krisis migran 2015-2016, saat lebih dari satu juta orang yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah dan Asia mencapai UE melalui Turki dan Yunani.

Krisis migran itu kemudian meningkatkan dukungan pemilih di Eropa pada partai-partai sayap kanan yang menolak migran.

Turki menganggap sikap Yunani melanggar hak asasi manusia (HAM) migran. Ankara juga menuduh pasukan Yunani menembak mati empat migran di perbatasan. Tuduhan itu disangkal Yunani.

Otoritas migrasi Turki mengajukan dua aplikasi ke Pengadilan HAM Eropa terkait satu migran yang dilaporkan dibunuh oleh pasukan Yunani dan satu keluarga yang diusir kembali dari perbatasan.

Lebih banyak gugatan sedang disiapkan Turki atas nama para migran yang hak-haknya dilanggar oleh Yunani.
(sfn)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Siap...
Erdogan: Turki Siap Hadapi Berbagai Skenario di Mediterania Timur
Turki-Yunani Kembali...
Turki-Yunani Kembali Memanas, Ini Pemicunya
Yunani-Turki Bertempur...
Yunani-Turki Bertempur di Dunia Maya
Erdogan kepada Yunani:...
Erdogan kepada Yunani: Jangan main-main dengan Turki di Aegea
Yunani-Turki Bersitegang,...
Yunani-Turki Bersitegang, Menlu Jerman: Sebuah Percikan Bisa Picu Bencana
Turki Lanjutkan Eksplorasi...
Turki Lanjutkan Eksplorasi di Laut Mediterania, Yunani Murka
Berita Terkini
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
16 menit yang lalu
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
57 menit yang lalu
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
1 jam yang lalu
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
2 jam yang lalu
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
4 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved