Pilot Pesawat Mata-mata AS Membajak Satelit Rusia dan China

Sabtu, 07 Maret 2020 - 08:42 WIB
Pilot Pesawat Mata-mata...
Pilot Pesawat Mata-mata AS Membajak Satelit Rusia dan China
A A A
WASHINGTON - Seorang jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat mengungkap bahwa pilot pesawat mata-mata U-2 membawa jam tangan navigasi yang mampu menemukan jalan mereka dengan menggunakan jaringan satelit Rusia dan China. Pembajakan satelit ini dilakukan jika akses ke jaringan GPS AS terganggu.

Jenderal James M Holmes, Kepala Komando Pertempuran Udara Angkatan Udara Amerika, mengatakan ketika pilot pesawat mata-mata U-2 “Dragon Lady” terbang dengan misi yang memusingkan, di tempat tinggi di seluruh dunia, mereka membawa serta peralatan yang mampu membajak jaringan navigasi di negara-negara tempat mereka memata-matai.

“Orang-orang U-2 saya terbang dengan arloji yang sekarang terhubung ke GPS, tetapi juga BeiDou dan sistem (GLONASS) Rusia serta sistem (Galileo) Eropa sehingga jika seseorang (mengalami) gangguan GPS, mereka masih mendapatkan yang lain," kata Holmes, seperti dikutip dari Defense One, Sabtu (7/3/2020).

Jenderal Homes mengungkapkan aksi pembajakan satelit Rusia dan China itu pada hari Rabu di sebuah konferensi di Washington. Pengungkapannya dibuat sebagai tanggapan terhadap pertanyaan tentang penambahan redudansi Pentagon ke dalam peralatannya.

Holmes menolak merinci lebih jauh tentang aksi pembajakan satelit negara lain dalam misi mata-mata pesawat Angkatan Udara AS. Namun, Defense One mencatat Angkatan Udara Amerika membeli 100 jam tangan navigasi Garmin D2 Charlie untuk pilot U-2 pada 2018.

"Arloji penerbang D2 Charlie akan menjadi bagian integral dan fungsional dari toolkit pilot U-2," kata perusahaan itu dalam pers rilis Februari 2018.

"Dirancang dengan pilot dari berbagai latar belakang dan misi, arloji D2 Charlie menampilkan peta bergerak dinamis dan berwarna-warni yang menggambarkan bandara, navaids, jalan, badan air, kota, dan lainnya, menawarkan kesadaran situasional yang lebih besar," kata perusahaan itu.

"Ketika D2 Charlie dipasangkan dengan Garmin Connect pada perangkat seluler yang terhubung, pilot dapat melihat radar cuaca di atas tampilan peta relatif terhadap informasi rencana penerbangan."
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS Sebut China...
Intelijen AS Sebut China Kemungkinan Pasok Teknologi untuk Militer Rusia
Diserbu 8 Pesawat Militer...
Diserbu 8 Pesawat Militer China, Taiwan Kerahkan Jet Tempur
Balas Aksi Rusia-China,...
Balas Aksi Rusia-China, Pesawat Tempur AS-Jepang Terbang Bersama
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Jet Tempur Moskow Halau...
Jet Tempur Moskow Halau Pesawat Militer AS saat Dekati Perbatasan Rusia
Jenderal AS Kecam 16...
Jenderal AS Kecam 16 Pesawat Militer China Terobos Langit Malaysia
Berita Terkini
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
26 menit yang lalu
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
48 menit yang lalu
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
1 jam yang lalu
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
1 jam yang lalu
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
3 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved