PBB: Rusia dan Turki Mungkin Telah Lakukan Kejahatan Perang di Suriah

Senin, 02 Maret 2020 - 22:03 WIB
PBB: Rusia dan Turki...
PBB: Rusia dan Turki Mungkin Telah Lakukan Kejahatan Perang di Suriah
A A A
NEW YORK -

Para penyelidik PBB, dalam sebuah laporan menuturkan, Rusia dan Turki mungkin telah melakukan kejahatan perang di Suriah. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Rusia membunuh warga sipil dalam serangan udara di Suriah dan pemberontak yang bersekutu dengan Turki melakukan pembunuhan dan penjarahan di daerah-daerah Kurdi.

Laporan, yang dibuat berdasarkan informasi dan data yang dikumpulkan dari dari Juli 2019 hingga Februari 2020, menemukan bahwa Rusia melakukan serangan udara di sebuah pasar di Suriah dan sebuah kamp untuk para pengungsi yang menewaskan puluhan warga sipil pada bulan Juli dan Agustus.

"Dalam kedua insiden itu, Angkatan Udara Rusia tidak mengarahkan serangan ke sasaran militer tertentu, yang merupakan kejahatan perang karena melancarkan serangan tanpa pandang bulu di wilayah sipil," bunyi laporan tersebut, seperti dilansir Reuters pada Senin (2/3/2020).

Mereka menyalahkan Rusia atas serangan di kota Maarat al-Numan pada 22 Juli, ketika sedikitnya 43 warga sipil tewas. Dua bangunan tempat tinggal dan 25 toko hancur setelah setidaknya dua pesawat Rusia meninggalkan pangkalan udara Hmeimim dan mengelilingi daerah itu.

Beberapa minggu kemudian, menurut laporan itu, serangan terhadap kompleks Haas untuk para pengungsi menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk delapan wanita dan enam anak-anak, dan melukai 40 lainnya.

"Berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk kesaksian saksi, rekaman video, pencitraan data serta laporan oleh pengadu penerbangan, penyadapan komunikasi penerbangan dan laporan pengamatan peringatan dini, kami memiliki alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa pesawat Rusia berpartisipasi dalam setiap insiden yang dijelaskan di atas ," ungkapnya.

Laporan itu menyebutkan pelanggaran oleh pemberontak yang bersekutu dengan Turki selama serangan di daerah-daerah yang dikuasai Kurdi dan mengatakan bahwa jika pemberontak bertindak di bawah kendali pasukan militer Turki, para komandan tersebut mungkin bertanggung jawab atas kejahatan perang.

Penyelidik PBB, dalam laporan itu, juga meminta Turki untuk menyelidiki apakah Turki melakukan serangan udara terhadap konvoi warga sipil dekat Ras al Ain yang menewaskan 11 orang pada Oktober lalu. Turki membantah berperan dalam serangan, yang menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, dilakukan oleh pesawat udara Turki.
(esn)
Berita Terkait
Rusia: Sudah Waktunya...
Rusia: Sudah Waktunya untuk Hentikan Bantuan Turki ke Pemberontak Suriah
PBB Sebut 50.000 Tewas...
PBB Sebut 50.000 Tewas dalam Gempa Turki-Suriah
Konvoi Pertama Bantuan...
Konvoi Pertama Bantuan PBB Memasuki Wilayah Terdampak Gempa di Suriah
Suriah Sebut Turki Rezim...
Suriah Sebut Turki Rezim Nakal Sponsor Terorisme
White Helmets Kecam...
White Helmets Kecam Respons PBB Terhadap Korban Gempa di Suriah
PBB Prediksi Korban...
PBB Prediksi Korban Tewas Gempa Bumi Turki-Suriah Akan Berlipat Ganda
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
AS dan Israel Adalah...
AS dan Israel Adalah Dalang Perang Saudara di Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved