Kewarganegaraan Dicabut, Pengantin ISIS Inggris: Dunia Saya Hancur

Senin, 17 Februari 2020 - 15:46 WIB
Kewarganegaraan Dicabut,...
Kewarganegaraan Dicabut, Pengantin ISIS Inggris: Dunia Saya Hancur
A A A
AL-HOL - Pengantin ISIS asal Inggris, Shamima Begum, mengungkapkan bahwa dunianya hancur berantaakan setelah kewarganegaraannya dicabut oleh pemerintah. Pada tahun lalu, dia mengaku tidak menyesal bergabung dengan kelompok teroris ISIS, namun berselang beberapa hari kemudian menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Inggris.

Begum dan dua gadis Inggris lainnya melakukan perjalanan ke Suriah pada 2015 untuk bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia dijuluki sebagai pengantin ISIS karena menikah dengan seorang militan kelompok tersebut setelah berada di Suriah.

Inggris mencabut kewarganegaraan Begum setelah dia terlacak berada di kamp pengungsian untuk keluarga militan ISIS di Al-Hol, Suriah, pada tahun lalu.

Dia menyampaikan perasaannya saat ini ketika wawancara dengan koresponden ABC News, James Longman. "Ketika kewarganegaraan saya dicabut, saya merasa seluruh dunia saya hancur berantakan tepat di depan saya. Anda tahu, terutama cara saya diberitahu. Saya bahkan tidak diberitahu oleh pejabat pemerintah. Saya harus diberitahu oleh wartawan," katanya.

Begum baru-baru ini gagal mendapatkan kewarganegaraannya kembali setelah tahap pertama bandingnya ditolak oleh otoritas berwenang Inggris. "Saya pikir saya akan sedikit berbeda karena saya tidak melakukan kesalahan sebelum saya datang pada (kelompok) ISIS," ujarnya, yang dilansir Senin (17/2/2020).

Begum, yang terlihat mengenakan syal merah, anting hidung diamante, dan duduk dekat dengan bantal rajutan dengan bendera Inggris, mengatakan dia takut hidupnya terancam setelah dia membuat komentar positif tentang kelompok teroris ISIS tahun lalu.

"Saya baru saja datang ke kamp. Saya baru saja melahirkan. Saya mendengar semua cerita ini tentang wanita yang mengancam wanita lain, Anda tahu, orang-orang mengungkap wajah mereka atau berbicara dengan pria atau melakukan wawancara atau semacamnya. Saya hanya takut atas hidup saya," paparnya.

Pada 2015, Begum meninggalkan Inggris dengan dua teman sekolahnya untuk bergabung dengan Daesh atau ISIS di Suriah. Pada 2019, The Times menemukannya di sebuah kamp pengungsi dan mewawancarainya tentang kehidupan di bawah kelompok teroris paling terkenal tersebut.

Pemerintah Inggris menyarankan Begum untuk mengajukan kewarganegaraan Bangladesh, di mana dia merupakan keturunan Bangladesh. Namun, sejauh ini pemerintah Bangladesh menolaknya.
(mas)
Berita Terkait
3 Negara Tetangga Indonesia...
3 Negara Tetangga Indonesia Penghasil Militan ISIS Terbanyak
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
Profil Shamima Begum,...
Profil Shamima Begum, Wanita Inggris yang Gabung ISIS di Suriah
133 Serangan Udara Gempur...
133 Serangan Udara Gempur Gua dan Sarang ISIS di Irak
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Berita Terkini
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
1 jam yang lalu
AS dan Iran Saling Serang,...
AS dan Iran Saling Serang, Jutaan Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei di Irak
2 jam yang lalu
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
2 jam yang lalu
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
3 jam yang lalu
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
3 jam yang lalu
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved