Skuadron AS Sambangi Pos Terdepan Norwegia, Rusia Waswas

Jum'at, 14 Februari 2020 - 09:23 WIB
Skuadron AS Sambangi...
Skuadron AS Sambangi Pos Terdepan Norwegia, Rusia Waswas
A A A
MOSKOW - Rusia mengungkapkan kekhawatirannya dengan kunjungan unit Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) ke pos terdepan Norwegia di Kutub Utara. Moskow pun mendesak Oslo untuk menahan diri dari apa yang disebutnya sebagai langkah menstabilkan gerakan di kawasan strategis.

Skuadron staf Angkatan Udara AS mengunjungi pangkalan udara Norwegia di pulau Jan Mayen di Atlantik Utara pada bulan November untuk menguji lapangan terbang dan untuk melihat apakah pesawat transportasi militer Super Hercules AS C-130J dapat mendarat di sana.

Mengomentari kunjungan AS ke pulau itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan percaya aktivitas militer Norwegia baru-baru ini pada akhirnya ditujukan ke Rusia dan tindakan seperti itu mengganggu stabilitas kawasan.

"Fakta tipis tentang kemungkinan kehadiran Angkatan Udara AS di pulau itu, meskipun kadang-kadang, mengkhawatirkan," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Kami berharap Oslo akan bertanggung jawab dan berpandangan jauh ke depan dalam membangun kebijakannya di (Kutub) Utara dan akan menahan diri dari tindakan yang merusak stabilitas regional dan merusak hubungan bilateral," sambung Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/2/2020).

Awal bulan ini, Moskow menuduh Norwegia membatasi kegiatannya di kepulauan Svalbard, rantai pulau-pulau terpencil di Kutub Utara, dan mengatakan ingin berunding dengan Oslo agar masalah ini terselesaikan.

Tak hanya di sisi Rusia, Kunjungan Angkatan Udara AS juga menimbulkan pertanyaan di Oslo.

Namun Menteri Pertahanan Norwegia Frank Bakke-Jensen telah mengecilkan implikasi dari kunjungan itu terhadap situasi keamanan di Kutub Utara dan hubungan Norwegia dengan Rusia.

"Penerbangan transportasi individual ke Jan Mayen dengan pesawat dari negara-negara sekutu tidak akan berdampak pada gambaran kebijakan keamanan di (Kutub) Utara," katanya kepada parlemen.

Ia mengatakan permintaan untuk membantu dengan penerbangan transportasi ke Jan Mayen dikirim ke negara-negara sekutu pada 2019 ketika angkatan udara Norwegia ditarik.

Ia mengatakan pesawat dari pasukan militer dari Austria, Swedia, Denmark dan Prancis telah terbang ke Jan Mayen antara 2017 dan 2019.

"Jan Mayen tidak akan digunakan untuk kegiatan militer," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir AS...
Kapal Induk Nuklir AS Menuju Norwegia, Rusia Murka
Tolak Tawaran AS, Norwegia...
Tolak Tawaran AS, Norwegia Pilih Beli Kapal Perang Inggris Rp222 Triliun
Bahaya bagi Rusia, Ukraina...
Bahaya bagi Rusia, Ukraina Dipasok 160 Rudal Hellfire Berpemandu Laser AS
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Jet Tempur Rusia Cegat...
Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat AS dan Norwegia di Atas Laut Barents
Berita Terkini
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
9 menit yang lalu
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
45 menit yang lalu
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
1 jam yang lalu
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
2 jam yang lalu
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
3 jam yang lalu
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved