Cerita Warga Australia Terperangkap di Wuhan, Dikarantina di Darwin

Minggu, 16 Februari 2020 - 03:00 WIB
Cerita Warga Australia...
Cerita Warga Australia Terperangkap di Wuhan, Dikarantina di Darwin
A A A
SIDNEY - Stanley, seorang warga Australia keturunan China tidak menyangka hidupnya selama sebulan terakhir akan terasa seperti kisah dalam film. Dia adalah satu dari sekitar 500 warga Australia yang dipulangkan dari kota Wuhan, China.

Pria yang tinggal di kota Sydney itu mengatakan, dia terbang ke Wuhan pada tanggal 20 Januari lalu untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dan merayakan Imlek di sana. Tapi, liburan yang harusnya penuh dengan kebahagiaan berakhir dengan penuh kecemasan.

“Selama dua minggu, saya dan keluarga saya terjebak di apartemen kami. Yang bisa kami lakukan hanyalah menonton berita mengenai wabah di TV, berharap semuanya akan berbalik," ucap Stanley, yang menolak mengungkap nama keluarganya, seperti dilansir South China Morning Post.

Pada awalnya, ia memutuskan untuk tinggal di Wuhan setelah wabah dan tidak mendaftar untuk penerbangan evakuasi pertama. Tetapi, akhirnya dia memutuskan untuk ikut dalam proses evakuasi yang dilakukan pemerintah Australia, setelah dia dibujuk untuk pergi oleh orang tua dan teman-temannya.

“Mereka semua mengatakan tidak ada gunanya tinggal di sana. Jika ada yang sakit, mereka akan dirawat oleh pemerintah dan ditempatkan di ruang isolasi. Saya tidak akan membantu,” katanya.

Dia mengatakan, dirinya dievakuasi dari Wuhan pada awal Februari dan setelah tiba di Australia dia dibawa ke sebuah fasilitas perkemahan Munigurr-ma di Howard Springs, sekitar 25 kilometer di luar Darwin. Di sana, dia menjalani masa karantina selama dua minggu.

Stanley mengatakan, dia masih melakukan komunikasi dengan kedua orang tuanya yang tinggal di Wuhan. Kedua orang tua Stanley mengaku takut untuk sering-sering keluar dari apartemen, karena khawatir terpapar virus.

"Mereka bangun, memasak, menonton beberapa televisi dan berbicara dengan teman-teman mereka di telepon, mereka benar-benar meresa bosan. Mereka hanya keluar dari flat mereka sekali dalam dua minggu terakhir untuk membeli persediaan makanan. Semua orang terlalu takut untuk keluar," ujarnya.

Stanley kemudian mengatakan, kehidupan selama masa karatina di Munigurr-ma tidak terlalu buruk. "Tdak terlalu buruk, makanan disediakan tepat waktu. Kami mengambil sarapan dan kotak makan siang kami dan kembali ke kamar kami. Sepertinya semua orang senang dengan pengaturannya," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, keputusanya untuk ikut dalam evakuasi dari Wuhan adalah langkah yang sangat tepat. Stanley menyebut, meski akhirnya dia diputuskan terpapar virus itu, dia yakin akan dapat sembuh karena akan mendapatkan perawatan yang baik di Ausralia.

"Saya merasa aman sekarang, dan lega. Suhu (di Darwin) tinggi dan sangat cerah. Cuaca yang lebih hangat baik untuk pengendalian virus dan saya pikir tidak akan ada wabah di sini. Lebih buruk menjadi lebih buruk, jika saya sakit, saya tahu saya akan mendapatkan perawatan yang baik di Australia," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
PM Australia: Tak Ada...
PM Australia: Tak Ada Bukti Virus Corona dari Laboratorium China
Australia: Penyelidikan...
Australia: Penyelidikan Covid-19 Masuk Akal, Tak Target Negara Mana Pun
China Tuduh Australia...
China Tuduh Australia Membeo Trump dalam Mengkritik Beijing
Tensi Memanas, China...
Tensi Memanas, China Larang Warganya ke Australia
Australia Turut Nyatakan...
Australia Turut Nyatakan Keraguan Tentang Transparansi China Soal Covid-19
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
1 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
1 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
2 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
2 jam yang lalu
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved