AS Setuju Jual 200 Rudal Anti-Kapal Rp13,5 Triliun ke Australia

Sabtu, 08 Februari 2020 - 11:32 WIB
AS Setuju Jual 200 Rudal...
AS Setuju Jual 200 Rudal Anti-Kapal Rp13,5 Triliun ke Australia
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan 200 rudal anti-kapal jarak jauh senilai USD990 juta atau lebih dari Rp13,5 triliun kepada Australia. Persetujuan pemerintah Donald Trump ini diumumkan Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) dalam siaran pers hari Jumat.

"Departemen Luar Negeri telah membuat keputusan menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sale) ke Australia hingga 200 AGM-158C Long Range Anti-Ship Missiles (LRASM) dan peralatan terkait dengan perkiraan harga USD990 juta," bunyi siaran pers DSCA, yang dikutip SINDOnews.com, Sabtu (8/2/2020).

Menurut DSCA, penjualan tersebut juga akan mencakup hingga 11 sistem Telemetri ATM-158C LRASM, DATM-158C LRASM, Captive Air Training Missiles (CATM-158C LRASM) dan peralatan lainnya, dengan Lockheed Martin menjadi kontraktor utama.

“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat. Australia adalah salah satu sekutu terpenting kami di Pasifik Barat," lanjut DSCA, seperti dikutip UPI.

"Lokasi strategis kekuatan politik dan ekonomi ini memberikan kontribusi yang signifikan untuk memastikan perdamaian dan stabilitas ekonomi di kawasan tersebut."

AGM-158C LRASM adalah rudal jelajah siluman anti-kapal dengan kemampuan penargetan otonom yang lebih canggih daripada rudal anti-kapal Harpoon yang dioperasikan Angkatan Laut AS saat ini. Misil Harpoon telah beroperasi sejak 1977.

LRASM, yang diproduksi oleh Lockheed Martin, telah beroperasi sejak 2018. Pada Februari 2019 Lockheed Martin memenangkan kontrak USD33,4 juta untuk mendesain ulang, mengintegrasikan dan menguji sensor frekuensi radio untuk rudal tersebut sebagai bagian dari inisiatif pengurangan biaya.

Pengumuman DCSA mengatakan Australia berencana untuk menggunakan rudal canggih itu pada pesawat F-18 Super Hornet dan untuk mendukung potensi kemitraan maritim Angkatan Laut Australia. Ini adalah pertama kalinya Australia membeli rudal canggih tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Kerjasama dengan AS,...
Kerjasama dengan AS, Australia Ikut-ikutan Kembangkan Rudal Hipersonik
Jenderal IRGC: Rudal...
Jenderal IRGC: Rudal Baru Iran Bakal Bikin Kapal Induk dan Jet Tempur Musuh Tak Berguna
AS Bakal Pasok Rudal...
AS Bakal Pasok Rudal Canggih JASSM sebagai Senjata F-16 Ukraina untuk Melawan Rusia
AS: Penjualan 280 Rudal...
AS: Penjualan 280 Rudal AMRAAM ke Arab Saudi untuk Halau Serangan Udara Houthi
Iran Perkuat IRGC dengan...
Iran Perkuat IRGC dengan Rudal Berdaya Jangkau 1.000 Km saat AS Kerahkan F-35
Rudal Jelajah Houthi...
Rudal Jelajah Houthi Incar Kapal Perang Amerika, tapi Ditembak Jatuh Jet Tempur AS
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
5 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
6 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
7 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
8 jam yang lalu
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
9 jam yang lalu
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
9 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved