Virus Corona Wuhan Mewabah, China Tolak Bantuan AS

Rabu, 29 Januari 2020 - 03:19 WIB
Virus Corona Wuhan Mewabah,...
Virus Corona Wuhan Mewabah, China Tolak Bantuan AS
A A A
WASHINGTON - Menteri Kesehatan Amerika Serikat (AS), Alex Azar, mengatakan China telah menolak tawaran Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika untuk membantu menangani wabah virus Corona Wuhan.

Dalam sebuah konferensi pers, Azar mengatakan, China telah menolak tawaran AS untuk mengirim pejabat CDC ke negara itu. Tawaran itu pertama kali dilontarkan pada 6 Januari. AS pun mendesak China untuk lebih bersikap transparan ketika penyakit itu menyebar.

"Ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama, dan kami membutuhkan petugas kesehatan masyarakat terbaik di dunia saat ini (untuk merespons)," kata Azar seperti dikutip dari Fox News, Rabu (29/1/2020).

Namun, Azar mencatat, respons China secara keseluruhan sangat signifikan lebih baik bila dibandingkan dengan respons mereka selama wabah mematikan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada 2002-2003. Pada saat itu, China dituduh menutupi wabah, yang tidak diumumkan kepada publik sampai sekitar lima bulan setelah terjadi.

Selama konferensi pers, Azar juga mencatat bahwa negara itu dengan cepat membuat urutan genetik virus tersedia bagi para ilmuwan, akhirnya memimpin CDC untuk membuat tes diagnostik cepat dalam waktu seminggu.

Virus Corona Wuhan, yang mirip flu, telah menyebar ke luar negeri. Di China sendiri virus ini telah menewaskan 106 orang dan mayoritas korban berasal dari Wuhan, tempat virus itu pertama kali muncul bulan lalu. Diduga satwa liar yang diperdagangkan menjadi pengantar virus.

Ketakutan juga meningkat di seluruh dunia bahwa virus sedang ditransmisikan secara lokal. Tiga kasus terpisah dilaporkan di Jerman, Jepang dan Taiwan tentang pria yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China yang jatuh sakit setelah kontak dengan orang yang terinfeksi seperti disitir dari Strait Times.

Lebih dari 60 orang di 17 negara dan teritori di luar daratan China menderita virus ini, termasuk kasus baru di Kamboja, Sri Lanka, dan Jerman. Thailand sejauh ini mencatat jumlah infeksi tertinggi di luar China dengan 14 pasien.
(ian)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Misteri Virus Corona,...
Misteri Virus Corona, Diriset China Didanai AS
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Dubes China: Kami Korban,...
Dubes China: Kami Korban, Bukan Penyebab Virus Corona
Terungkap, AS Danai...
Terungkap, AS Danai Penelitian Virus Corona di Wuhan
Berita Terkini
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
32 menit yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
1 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
2 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
3 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
4 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved