Soal S-400 Rusia, Turki-NATO Gagal Temui Kata Sepakat

Jum'at, 24 Januari 2020 - 02:59 WIB
Soal S-400 Rusia, Turki-NATO...
Soal S-400 Rusia, Turki-NATO Gagal Temui Kata Sepakat
A A A
DAVOS - NATO dan Turki telah gagal menemukan landasan bersama atas pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Rusia ke Ankara yang kontroversial. Hal itu diungkapkan oleh kepada aliansi militer bentukan Amerika Serikat (AS) itu, Jens Stoltenberg.

Pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Rusia ke Turki telah mengganggu sekutu antara NATO dan Ankara. Kesepakatan yang didukung oleh Presiden Vladimir Putin dan rekannya asal Turki Recep Tayyip Erdogan itu juga meningkatkan risiko sanksi AS.

"Sejauh ini belum mungkin untuk mencapai kesepakatan tentang itu," kata Stoltenberg di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada diskusi panel bersama Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, yang telah memberikan pembelaan terhadap kesepakatan itu.

"Kami akan mencoba melakukan apa pun yang kami bisa untuk menemukan cara guna menyelesaikan masalah ini, karena ini adalah salah satu masalah yang menyebabkan masalah dalam aliansi - tidak ada cara untuk menyangkal hal itu," imbuhnya seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat, Jumat (24/1/2020).

Namun Cavusoglu, di depan Stoltenberg, berpendapat bahwa Turki tidak punya pilihan selain membeli S-400 karena berkurangnya sistem pertahanan udara NATO di perbatasan yang mudah berubah, termasuk yang dengan Suriah.

"Kita harus bertanya pada diri sendiri apakah kita memerlukan sistem ini? Ya, karena ancaman di sekitar kita. Apakah kita bisa mendapatkannya dari mereka (sekutu NATO)? Tidak, kita harus membeli," tegasnya.

"Kami percaya mereka tidak bertentangan (dengan sistem NATO). Ini adalah sistem pertahanan dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi sekutu NATO," ujarnya.

Cavusoglu menambahkan bahwa Turki mengusulkan kelompok kerja yang diketuai oleh NATO untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita harus memahami pentingnya Turki sebagai sekutu NATO," Stoltenberg menekankan, menegaskan bahwa Turki telah membuat proposal semacam itu.

Cavusoglu mengatakan bahwa sementara Turki telah bekerja sama dengan Rusia di Suriah.

"Kami tidak memiliki keterlibatan militer dengan Rusia. Tidak ada yang bisa mempertanyakan kontribusi kami pada NATO," ujarnya.

Pembelian senjata Rusia oleh Turki dipandang sebagai titik balik dalam sejarah aliansi itu, yang dinyatakan secara kontroversial oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron "mati otak" pada tahun lalu. (Baca: Macron: NATO Sedang Alami Mati Otak )
(ian)
Berita Terkait
Dibeli Turki, S-400...
Dibeli Turki, S-400 Rusia Sebabkan Banyak Kerumitan di NATO
AS: Beli S-400 Rusia,...
AS: Beli S-400 Rusia, Turki Tak Konsisten dengan Komitmen sebagai Sekutu NATO
Menlu AS Desak Turki...
Menlu AS Desak Turki Buang S-400 Rusia
Kecil Kemungkinan Turki...
Kecil Kemungkinan Turki Jual S-400 Rusia ke AS
Disuruh Buang S-400...
Disuruh Buang S-400 Rusia, Ini Jawaban Turki
AS Nilai Keberadaan...
AS Nilai Keberadaan S-400 Rusia Ganggu Hubungan dengan Turki
Berita Terkini
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
43 menit yang lalu
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
1 jam yang lalu
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
2 jam yang lalu
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
4 jam yang lalu
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
5 jam yang lalu
Infografis
Takut Rusia, Negara-negara...
Takut Rusia, Negara-negara NATO Mundur dari Perjanjian Ranjau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved