Tentara Malaysia Anggap Serius Kasus Penculikan WNI

Jum'at, 24 Januari 2020 - 00:25 WIB
Tentara Malaysia Anggap...
Tentara Malaysia Anggap Serius Kasus Penculikan WNI
A A A
KUALA LUMPUR - Tentara Malaysia memandang serius isiden penculikan lima orang warga negara Indonesia (WNI) di perairan Tambisan, Sabah, pada 16 Januari lalu. Hal itu ditegaskan pihak Angkatan Tentara Malaysia (ATM) dalam siaran persnya.

"Kelima WNI dipercaya telah dibawa ke Filipina selatan oleh gerombolan penculik yang dikaitkan dengan kelompok Abu Sayyaf," kata ATM dalam rilisnya di Twitter yang dipantau Sindonews, Jumat (24/1/2020).

ATM menyatakan senantiasa mengimplementasikan kesepakatan patroli bersama antara Malaysia, Indonesia dan Filipina. Kesepakatan ketiga negara untuk memperkuat keselamatan kawasan maritim secara terpadu di perairan laut Sulu dimulai sejak tahun 2016 telah dan sedang dilaksanakan oleh ATM.

"Ketiga negara juga telah membentuk Pusat Pengawasan Maririm dengan tujuan untuk berbagi informasi dan koordinasi aktivitas Trilateral Maritime Patrol (TMP) dan Trilateral Air Patrol (TAP) yang melibatkan ATM, TNI dan tentara Filipina," kata ATM.

"Kesemua kesepakatan lain yang disetujui bersama di bahwa Trilateral Coopeation Agreement di antara ketiga negara juga telah dilaksanakan oleh Malaysia dan ATM," sambungnya.

ATM juga menyatakan kerap bekerja sama dengan berbagai badan keamanan lain untuk menjaga keamanan kawasan maritim di pantai timur Sabah khususnya. Badan-badan itu adalah Eastern Sabah Security Command (ESSCOM), Pasukan Gerakan Marin Polisi Diraja Malaysia (PGM-PDRM) dan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

"Ini merupakan manifestasi komitmen Malaysia dan ATM untuk memperkuat keamanan kawasan maritim melalui kesepakatan kerja sama yang disepakati ketiga negara dalam Trilateral Cooperation Agreement," kata ATM.

"ATM senantiasa berkomitmen untuk memastikan kesepakatan patroli secara bersama antara Malaysia, Indonesia dan Filipina dilaksanakan sepenuhnya termasuk meneruskan kerja sama dengan pelbagai badan keamanan lain dari Malaysia untuk memperkuat keamanan kawasan maritim di Laut Sulu dan Panti Timur Sabah," demikian pernyataan ATM.
(ian)
Berita Terkait
Kemlu Benarkan Adanya...
Kemlu Benarkan Adanya WNI yang Tewas Terdampar di Pantai Malaysia
Lagi, Ditemukan Kampung...
Lagi, Ditemukan Kampung WNI Ilegal di Hutan Malaysia Seukuran 2 Lapangan Bola
130 WNI Ditangkap di...
130 WNI Ditangkap di Malaysia, Ini Respons Kemlu Indonesia
Malaysia Larang Masuk...
Malaysia Larang Masuk WNI Pemegang Visa Jangka Panjang
RI Desak Malaysia Segera...
RI Desak Malaysia Segera Rampungkan Perjanjian Perlindungan untuk TKI
WNI Pemegang Visa Jangka...
WNI Pemegang Visa Jangka Panjang Dilarang Masuk, Kemlu Panggil Dubes Malaysia
Berita Terkini
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
43 menit yang lalu
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
1 jam yang lalu
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
2 jam yang lalu
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
4 jam yang lalu
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
5 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved