China Bilang Separatis Taiwan Akan 'Bau Busuk Abadi'

Selasa, 14 Januari 2020 - 15:58 WIB
China Bilang Separatis...
China Bilang Separatis Taiwan Akan 'Bau Busuk Abadi'
A A A
BEIJING - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan separatis Taiwan ditakdirkan untuk meninggalkan nama yang "berbau busuk abadi". Komentar diplomat top Beijing ini muncul setelah presiden petahana Tsai Ing-wen memenangkan pemilihan presiden Taiwan yang prosesnya diawasi Beijing.

Tsai, yang telah memicu kemarahan Beijing karena menolak mengakui bahwa Taiwan bagian dari prinsip "satu- China", memastikan kemenangan telak dalam pemilu yang digelar hari Sabtu pekan lalu.

Tetapi Wang Yi menolak kemenangannya dan memperingatkan para pendukung kemerdekaan Taiwan selama lawatan seminggu di Afrika.

"Memecah negara ini ditakdirkan akan meninggalkan nama yang akan berbau busuk abadi," kata Wang dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, seperti dikutip AFP, Selasa (14/1/2020).

"Prinsip 'satu-China' adalah konsensus universal yang dipegang oleh komunitas internasional," kata Wang Yi."Yang tidak akan terpengaruh sedikit pun oleh pemilu lokal di Taiwan," katanya lagi.

Beijing, yang pernah bersumpah akan mengambil alih Taiwan—dengan kekerasan jika perlu—membenci Tsai, sosok yang telah menyatakan dirinya sebagai pembela nilai-nilai demokrasi liberal terhadap China yang semakin otoriter.

Selama empat tahun terakhir, pemerintah China telah meningkatkan tekanan ekonomi, militer dan diplomatik di pulau itu, dan berharap tindakannya akan menakuti para pemilih di Taiwan yang mendukung Tsai.

Tetapi taktik senjata itu telah menjadi bumerang karena para pemilih di Taiwan justru berbondong-bondong mendukung Partai Progresif Demokratik (DPP)—partainya Tsai. Dukungan itu sebagian didorong oleh respons garis keras China terhadap protes pro-demokrasi selama berbulan-bulan di Hong Kong.

Setelah kemenangan Tsai, China menggandakan prinai "satu-China", di mana juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang menekankan bahwa hanya ada satu China di dunia dan Taiwan adalah bagian dari China.

Dia juga mengecam para pemimpin negara yang telah memberi selamat atas kemenangan Tsai, termasuk AS, Inggris, dan Jepang.

"Kami menentang segala bentuk pertukaran resmi antara Taiwan dan negara-negara yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan China," kata Geng dalam sebuah pernyataan.

Wang mengeluarkan peringatan keras kepada separatis Taiwan selama perjalanan yang membawanya ke Zimbabwe, Mesir, Djibouti, Eritrea, dan Burundi. Lawatannya itu menyoroti meningkatnya minat politik dan pengaruh ekonomi China di Afrika.

"Para pemimpin Afrika semuanya dengan jelas menyatakan kepatuhan terhadap prinsip satu-China," kata Wang Yi dalam sebuah pernyataan. "Mereka semua melihat Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah China," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Xi Jinping Ingin Rebut...
Xi Jinping Ingin Rebut Taiwan, Peringatkan Situasinya Suram
Legislator Taiwan kepada...
Legislator Taiwan kepada China: Kami Akan Buat Anda Berdarah
Xi Jinping Bersumpah...
Xi Jinping Bersumpah Hancurkan Upaya Kemerdekaan Taiwan
Xi Jinping Isyaratkan...
Xi Jinping Isyaratkan Dapat Serang Taiwan, Partai Komunis China Tepuk Tangan
Presiden Komunis Xi...
Presiden Komunis Xi Jinping: Reunifikasi China dengan Taiwan Akan Direalisasikan!
Diancam Ditundukkan...
Diancam Ditundukkan Xi Jinping, Taiwan Sebut Partai Komunis China Diktator
Berita Terkini
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
53 menit yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
1 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
2 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
5 jam yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
6 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved