Tiga Warga AS Tewas Akibat Serangan Al Shabaab di Kenya

Senin, 06 Januari 2020 - 05:30 WIB
Tiga Warga AS Tewas...
Tiga Warga AS Tewas Akibat Serangan Al Shabaab di Kenya
A A A
NAIROBI - Tiga warga Amerika Serikat (AS), yang terdiri dari seorang anggota militer dan dua kontraktor tewas akibat serangan kelompok militan al Shabaab, Minggu (5/1). Serangan ini menghantam sebuah pangkalan militer di Kenya yang digunakan oleh pasukan AS dan Kenya.

Komando Militer militer Afrika mengkonfirmasi kematian itu dan mengatakan dua orang Amerika yang bekerja untuk Departemen Pertahanan AS juga terluka dalam serangan di Lapangan Terbang Teluk Manda di wilayah Lamu, dekat dengan perbatasan Somalia.

"Orang-orang Amerika yang terluka saat ini dalam kondisi stabil dan sedang dievakuasi. Laporan awal mencerminkan kerusakan infrastruktur dan peralatan," kata Komando Afrika militer AS (AFRICOM) dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

Mayor Karl Wiest dari AFRICOM mengatakan kepada Reuters, kurang dari 150 personel AS berada di pangkalan itu. Mereka memberikan pelatihan dan dukungan kontraterorisme kepada pasukan Afrika Timur.

Serangan itu menghadirkan krisis lain bagi Washington, tepat ketika Pentagon bergulat dengan pertikaian yang meningkat cepat dengan Iran menyusul serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad yang menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani.

Seperti diungkapkan oleh sejumlah saksi mata, serangan yang diancarkan oleh al Shabaab itu dimulai sebelum fajar dan berlangsung sekitar empat jam. Al Shabaab telah berjuang selama lebih dari satu dekade untuk menggulingkan pemerintah Somalia dan memberlakukan hukum Islam yang ketat.

Sebuah laporan polisi Kenya yang dilihat oleh Reuters mengatakan, kelompok militan Islam menghancurkan dua pesawat, dua helikopter AS dan beberapa kendaraan militer Amerika selama serangan mereka. Militer Kenya mengatakan, lima gerilyawan tewas dalam serangan itu.
(esn)
Berita Terkait
Diplomat AS di Kenya...
Diplomat AS di Kenya Ditemukan Gantung Diri di Kamar Hotel
Baja Murah China Banjiri...
Baja Murah China Banjiri Pasar Global, Banyak Negara Mengecam
Biodata dan Agama Barack...
Biodata dan Agama Barack Obama, Mantan Presiden AS yang Pernah Tinggal di Indonesia
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Pria Kenya Dituduh Merencanakan...
Pria Kenya Dituduh Merencanakan Serangan Ala 11/9 di AS
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
7 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
8 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
9 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
10 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
11 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
12 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved