Putin ke Militer Rusia: Pantau Penyebaran Rudal AS di Eropa dan Asia

Selasa, 24 Desember 2019 - 20:48 WIB
Putin ke Militer Rusia:...
Putin ke Militer Rusia: Pantau Penyebaran Rudal AS di Eropa dan Asia
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan perlunya memantau tindakan Amerika Serikat (AS) dalam hal penempatan rudal jarak pendek dan menengah di Eropa dan kawasan Asia Pasifik. Sebelumnya, kedua jenis rudal tersebut dilarang dalam Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF) yang telah runtuh.

Hal itu dikatakan Putin selama pidatonya di pertemuan Kementerian Pertahanan Rusia.

"Tahun ini, AS pada dasarnya menghancurkan Perjanjian Senjata Nuklir Jangka Menengah dan itu sebabnya kita perlu memantau kemungkinan penyebaran misil semacam itu di seluruh dunia," kata Putin seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (24/12/2019).

Presiden Rusia juga menyatakan keprihatinannya pada "degradasi" sistem kontrol senjata global, menambahkan bahwa keputusan AS untuk menarik diri dari Perjanjian INF pada 2019 bukan satu-satunya masalah yang berkontribusi terhadap hal ini. Ia mengatakan proses ini berlangsung di tengah berlanjutnya pertumbuhan sistem pertahanan anti-rudal global AS.

Lebih lanjut Putin mengatakan bahwa Rusia perlu memastikan pencegahan yang efektif terhadap agresi yang ditujukan pada dirinya sendiri atau sekutunya. Putin juga menyatakan bahwa negara itu akan terus meningkatkan kekuatan nuklirnya sampai pembicaraan baru tentang pengendalian senjata telah dimulai. Ia menambahkan bahwa Moskow siap untuk pembicaraan semacam itu, mengulangi seruan Kremlin agar AS bernegosiasi memperpanjang Perjanjian New START.

Washington pertama kali mengangkat masalah penghentian kewajibannya di bawah Perjanjian Senjata Nuklir Jangka Menengah (INF) pada 2018, ketika negara itu menuduh Rusia membuat rudal terlarang. Sementara Washington gagal menyajikan bukti apa pun untuk mendukung klaim tersebut, Moskow mengajukan rudal tersebut dalam briefing untuk pers dan pemerintah lain, yang diabaikan oleh AS.

Menggunakan tuduhan itu Gedung Putih mengumumkan penarikan AS dari INF pada 2 Februari dan secara resmi menyelesaikan prosesnya pada 2 Agustus. Kurang dari sebulan kemudian, militer Amerika menguji coba rudal baru yang beroperasi pada jarak yang sebelumnya dilarang oleh perjanjian INF yang sekarang sudah tidak ada. (Baca: Abaikan Peringatan Rusia, AS Uji Coba Rudal Terlarang )

Uji coba rudal terlarang yang terakhir membuat Moskow percaya bahwa penarikan itu adalah tindakan yang direncanakan dan bahwa tuduhan ketidakpatuhan terhadap Rusia hanya dibuat untuk dijadikan alasan untuk melakukannya. Meskipun demikian, Kremlin telah mengusulkan agar Washington menghindari penyebaran rudal yang tidak sesuai dengan INF di dekat perbatasan Rusia, berjanji tidak akan mengerahkan rudal tersebut sebagai imbalan. (Baca: AS Kembali Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah Berbasis Darat )
(ian)
Berita Terkait
Pompeo: Obama Buat AS...
Pompeo: Obama Buat AS Dalam Bahaya dengan Patuhi Perjanjian INF
Putin Menarik Rusia...
Putin Menarik Rusia dari Perjanjian Nuklir Terakhir dengan Amerika Serikat
Putin: Keputusan AS...
Putin: Keputusan AS Mundur dari INF Adalah Kesalahan Besar
10 Alasan Amerika Serikat...
10 Alasan Amerika Serikat Tawarkan Perjanjian Gencatan Senjata ke Rusia dan Ukraina
Trump: AS-Rusia Sedang...
Trump: AS-Rusia Sedang Bahas Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir Baru
Rusia Tolak Ultimatum...
Rusia Tolak Ultimatum AS Soal Perjanjian Mata-mata Open Skies
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
52 menit yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
1 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
3 jam yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
5 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved