Twitter Tutup Puluhan Ribu Akun Terkait Kasus Mata-mata Saudi

Minggu, 22 Desember 2019 - 02:01 WIB
Twitter Tutup Puluhan...
Twitter Tutup Puluhan Ribu Akun Terkait Kasus Mata-mata Saudi
A A A
SAN FRANCISCO - Beberapa pekan setelah otoritas Amerika Serikat (AS) mengungkap kasus terhadap tiga warga Arab Saudi yang menggali data pribadi para pengkritik di Twitter, perusahaan media sosial itu menutup atau menangguhkan puluhan ribu akun yang diduga terkait satu perusahaan tersangka.

Twitter mengumumkan penutupan akun itu pada Jumat (20/12) waktu setempat. "Akun yang ditutup hanya yang terkait operasi informasi yang didukung negara yang berasal dari Arab Saudi," papar pernyataan Twitter.

Perusahaan menyebut sumber aktivitas itu adalah perusahaan marketing media sosial bernama Smaat yang berbasis Riyadh. Perusahaan itu memiliki hubungan dengna beberapa tokoh penting Saudi dan portal berita.

Smaat dikelola oleh Ahmed Aljbreen, menurut akun LinkedIn yang dimilikinya dan profil media sosial lainnya. Komplain FBI yang diumumkan pada November menyatakan seorang pria yang dikenal dengan nama itu mengontrol perusahaan marketing media sosial Saudi yang bekerja untuk keluarga kerajaan.

Twitter dan Departemen Kehakiman AS menolak mengatakan apakah keduanya merujuk pada orang yang sama, meski sumber federal menyatakan penegak hukum AS yakin dengan dugaan itu.

Aljbreen yang juga dikenal dengan nama Ahmed Almutairi tak dapat dihubungi untuk dimintai komentar oleh Reuters.

Kasus mata-mata itu mengarahkan publik pada Arab Saudi dan menyoroti praktek yang digunakan Twitter untuk melindungi data pribadi penggunanya.

Aljbreen dituduh bertindak sebagai perantara bagi para pejabat Saudi dan dua mantan pegawai Twitter yang menggunakan posisinya untuk mengakses alamat email, nomor telepon dan alamat protokol internel para pengkritik pemerintah Saudi.

Dalam posting pada Jumat (20/12), Twitter telah menangguhkan 5.929 akun yang membahas tentang Arab Saudi dan kepentingan geopolitik Saudi. Menurut Twitter, akun-akun itu melanggar kebijakan manipulasi platform.
(sfn)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Perkuat Kerja Sama,...
Perkuat Kerja Sama, Amerika Serikat akan Buat Rudal di Arab Saudi
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Media AS: Arab Saudi...
Media AS: Arab Saudi Kibuli Amerika Serikat soal Minyak
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
13 menit yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
1 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
2 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
3 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
5 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
8 jam yang lalu
Infografis
Menkum Usulkan Amnesti...
Menkum Usulkan Amnesti 44.000 Napi Kasus ITE hingga Terkait Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved