Yunani Usir Duta Besar Libya

Jum'at, 06 Desember 2019 - 22:12 WIB
Yunani Usir Duta Besar...
Yunani Usir Duta Besar Libya
A A A
ATHENA - Yunani mengusir duta besar Libya untuk negara itu. Yunani marah dengan kesepakatan antara Libya dan Turki terkait batas laut antara kedua negara dekat pulau Yunani Crete yang ditandatangani pada 27 November lalu.

"Mohamed Younis AB Menfi memiliki (waktu) 72 jam untuk meninggalkan negara ini," kata Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias seperti dilansir dari Reuters, Jumat (6/12/2019).

Dendias menyebut kesepakatan Turki-Libya sebagai pelanggaran secara terang-terangan terhadap hukum internasional. Meski begitu, Dendias menegaskan, langkah tersebut tidak berarti Yunani memutuskan hubungan diplomatik dengan Libya. Ia juga mengatakan Libya telah 'menipu' Yunani.

“Teks perjanjian ini membawa tanda tangan menteri luar negeri Libya. Itu adalah orang yang sama yang, pada bulan September, telah meyakinkan pihak Yunani sebaliknya,” kata Dendias.

Kesepakatan antara Libya dan Yunani juga telah membuat berang Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis

"Ini adalah dokumen yang secara hukum tidak sah," kata Mitsotakis kepada parlemen Yunani.

"Tidak hanya secara geografis dan historis tidak sah - menghapus pulau-pulau Yunani dari peta - tetapi karena itu membuat Turki menuju isolasi diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya.

"Ini hanya selembar kertas yang tidak dikenali siapa pun," tegasnya.

Mitsotakis mengatakan ketua parlemen Libya akan berada di Athena dalam beberapa hari mendatang untuk konsultasi.

Terkait pengusiran itu, Kedutaan Libya di Athena mengatakan tidak memiliki komentar.

Pengusiran itu merupakan insiden terbaru dalam kisah negara-negara Mediterania yang saling berebut untuk mengklaim minyak dan gas yang belum dimanfaatkan di wilayah tersebut.

Turki dan pemerintah Libya yang diakui secara internasional menandatangani perjanjian pada bulan November yang memuat batas-batas negara dan kesepakatan tentang perluasan kerja sama keamanan serta militer, langkah yang dikatakan Turki melindungi hak-haknya.

Yunani segera membalas, menyebut kesepakatan itu absurd karena mengabaikan keberadaan Pulau Crete di antara pantai Turki dan Libya.

Yunani pun meminta rincian kesepakatan itu kepada Libya.

Yunani dan Turki berselisih soal sejumlah isu mulai dari hak mineral di Laut Aegea hingga Siprus yang terpecah secara etnis. Ketegangan juga meningkat karena pengeboran Turki dari Siprus, dan Uni Eropa telah menyiapkan sanksi terhadap Turki sebagai tanggapan.

Pada hari Kamis, Siprus mengatakan akan mengajukan petisi kepada Mahkamah Internasional untuk melindungi hak-hak lepas pantai negaranya.
(ian)
Berita Terkait
Yunani Siap Konfrontasi...
Yunani Siap Konfrontasi Militer dengan Turki untuk Bela Kedaulatan
Erdogan: Turki Siap...
Erdogan: Turki Siap Hadapi Berbagai Skenario di Mediterania Timur
Turki-Yunani Kembali...
Turki-Yunani Kembali Memanas, Ini Pemicunya
Yunani-Turki Bertempur...
Yunani-Turki Bertempur di Dunia Maya
Erdogan kepada Yunani:...
Erdogan kepada Yunani: Jangan main-main dengan Turki di Aegea
Yunani-Turki Bersitegang,...
Yunani-Turki Bersitegang, Menlu Jerman: Sebuah Percikan Bisa Picu Bencana
Berita Terkini
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
3 menit yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
1 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
3 jam yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
4 jam yang lalu
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
5 jam yang lalu
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved