Ratusan Migran di Hutan Bosnia Terancam Tewas Membeku

Rabu, 04 Desember 2019 - 00:25 WIB
Ratusan Migran di Hutan...
Ratusan Migran di Hutan Bosnia Terancam Tewas Membeku
A A A
VUCJAK - Ratusan migran dan pengungsi yang terjebak di kamp sementara di hutan Bosnia tengah berjuang bertahan hidup dalam suhu di bawah nol saat salju turun di atas tenda mereka. Kondisi ini memunculkan ketakutan bahwa beberapa orang mungkin akan tewas jika mereka ditempatkan kembali ke kamp tersebut.

Seorang utusan senior hak asasi manusia yang mengunjungi kamp tersebut menuntut agar kamp tersebut ditutup segera, meskipun seorang menteri pemeritah Bosnia mengatakan perlu waktu hingga satu bulan untuk memindahkan para pengungsi ke lokasi yang lebih aman.

"Vucjak harus ditutup hari ini," kata Dunja Mijatovic, komisaris hak asasi manusia di Dewan Eropa.

"Kalau tidak, orang-orang di sini akan mulai mati," imbuhnya memperingatkan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/12/2019).

Mijatovic menambahkan bahwa sebagai warga negara Bosnia yang negaranya menghasilkan arus pengungsi sendiri selama perang yang menghancurkan Yugoslavia pada 1990-an, dia "malu" dengan kondisi di kamp, ​​dengan mengatakan kamp tersebut bukan untuk manusia.

Badan-badan bantuan telah lama mendesak pihak berwenang untuk menutup kamp, ​​yang kekurangan air dan listrik itu. Hutan dipenuhi dengan ranjau darat yang tersisa dari perang tahun 1990-an.

Menteri Keamanan Bosnia, Dragan Mektic, mengatakan para migran akan dipindahkan ke lokasi dekat Ibu Kota Sarajevo pada bulan depan.

Sampai saat itu, kepala Palang Merah dari kota terdekat Bihac Selam Midzic mengatakan, para migran harus menanggung dingin yang membeku dan banyak yang akan jatuh sakit. Palang Merah adalah satu-satunya organisasi yang menyediakan makanan dan obat-obatan untuk para migran.

"Manusia adalah manusia, bukan binatang," kata Mauloddin (24) seorang warga Afghanistan yang berangkat ke Eropa 3,5 tahun yang lalu.

"Anda lihat, ... cuaca sangat dingin, tidak bisa tidur, tidak ada makanan," imbuhnya.

Mauloddin adalah satu di antara sekitar 600 migran dari Timur Tengah dan Asia yang terjebak di kamp di Vucjak. Beberapa dari migran tersebut tidak memiliki pakaian hangat dan dibungkus selimut, beberapa bahkan harus menembus salju dan lumpur dengan sandal jepit untuk mengumpulkan kayu bakar.

Mengomentari masalah mereka, Rezwanullay Niazy, seorang warga Afghanistan berusia 24 tahun, mengatakan: "Kami menghabiskan semua uang kami. Kami mendekati Eropa, dan sekarang mereka menutup perbatasan Kroasia dan Slovenia. Ketika kami pergi ke sana, mereka menyerang kami, mereka memukul kami.”

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh polisi Kroasia menggunakan kekerasan untuk mendorong para migran kembali ke perbatasan Bosnia, sebuah tuduhan yang dibantah oleh otoritas Kroasia.

"Mereka (orang Eropa) benar-benar tidak ingin pengungsi datang ke negara mereka," kata Niazy.
(ian)
Berita Terkait
Penyebab Pecahnya Perang...
Penyebab Pecahnya Perang Bosnia Serbia yang Tewaskan 100 Ribu Jiwa
Pemerintah Belanda Minta...
Pemerintah Belanda Minta Maaf kepada Para Veteran Srebrenica
Vonis Akhir Jagal Bosnia...
Vonis Akhir 'Jagal Bosnia' Pembantai Ribuan Muslim Dijatuhkan Hari Ini
Pengadilan PBB Tolak...
Pengadilan PBB Tolak Banding Kasus Genosida Mladic ‘Penjagal Bosnia’
Muslim Bosnia dan Pemimpin...
Muslim Bosnia dan Pemimpin Kroasia Boikot Pertemuan dengan Menlu Rusia
CERMIN: Kisah Pembasmian...
CERMIN: Kisah Pembasmian Muslim Bosnia Herzegovina
Berita Terkini
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
52 menit yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
1 jam yang lalu
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
2 jam yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
3 jam yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
4 jam yang lalu
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved