Swedia Hentikan Investigasi Pemerkosaan Assange Setelah 10 Tahun

Rabu, 20 November 2019 - 02:01 WIB
Swedia Hentikan Investigasi...
Swedia Hentikan Investigasi Pemerkosaan Assange Setelah 10 Tahun
A A A
STOCKHOLM - Kejaksaan Swedia menghentikan investigasi kasus pemerkosaan terhadap pendiri WikiLeaks Julian Assange. Keputusan itu mengakhiri hampir 10 tahun kasus yang membuat Assange bersembunyi di Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi.

Meski keputusan kejaksaan itu dapat digugat, kemungkinan kasus itu ditutup setelah diluncurkan pada 2010. Pengacara penggugat menyatakan kliennya sedang mempelajari apakah akan menggugat keputusan kejaksaan itu.

Assange menghindari pembebasan bersyarat di Inggris agar tidak diesktradisi dan bersembunyi di Kedubes Ekuador sejak 2012. Dia kemudian dibawa keluar oleh kepolisian pada April tahun ini dan kini dipenjara untuk melawan ekstradisi ke Amerika Serikat (AS) dalam kasus peretasan komputer dan tuduhan spionase yang diumumkan setelah dia keluar dari kedubes itu.

Saat Assange berada di kedubes, undang-undang pembatasan telah habis untuk investigasi semua kasusnya kecuali satu dari beberapa gugatan kejahatan seks Swedia yang diajukan dua wanita. Deputi Kepala Kejaksaan Eva-Marie Persson membuka kembali sisa kasus itu setelah Assange keluar dari kedubes tapi pada Selasa (19/11) menyatakan berlalunya waktu berarti tidak cukup bukti untuk mendakwa Assange.

"Setelah melakukan penilaian komprehensif tentan apa yang muncul selama investigasi awal, saya kemudian membuat penilaian bahwa bukti tidak cukup kuat untuk membentuk dasar bagi pengajuan dakwaan. Sembilan tahun telah berlalu. Waktu menjadi pemain dalam keputusan ini," ungkap Persson, dilansir Reuters.

Assange, 48, merupakan warga Australia yang berulang kali menyangkal tuduhan kejahatan seks itu. Dia menganggap berbagai tuduhan itu rencana untuk menyudutkannya dan membuatnya diekstradisi ke AS.

"Mari kita sekarang fokus pada ancaman yang diungkapkan Assange selama beberapa tahun: penuntutan agresif oleh AS dan ancaman pada Amandemen Pertama," papar Pemimpin Redaksi WikiLeaks Kristinn Hrafnsson.

Pengacara Assange asal Swedia, Per Samuelson menyatakan sejauh ini dia mengetahui para pengacara Inggris belum dapat menghubungi Assange di penjara untuk menginformasikan keputusan Swedia itu. "Dia tidak suka dengna cara dia diperlakukan. Dia telah kehilangan keyakinan pada sistem peradilan Swedia sejak beberapa tahun silam," kata Samuelson.
(sfn)
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun...
Peringatan 50 Tahun Tahta Raja Swedia Carl Gustaf
Kota di Swedia Berencana...
Kota di Swedia Berencana Dirikan 'Masjid Paling Utara di Dunia'
Tersangka Meninggal,...
Tersangka Meninggal, Jaksa Hentikan Penyelidikan Pembunuhan PM Swedia
Dewan Kristen Swedia...
Dewan Kristen Swedia Kecam Pembakaran Al Quran
Alumni Swedia Gaungkan...
Alumni Swedia Gaungkan Kolaborasi Fashion Berkelanjutan
Alquran Dibakar Kerusuhan...
Alquran Dibakar Kerusuhan Besar Pecah di Swedia
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
42 menit yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
3 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
3 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
4 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved