Dewan Kristen Swedia Kecam Pembakaran Al Quran
Senin, 14 September 2020 - 20:59 WIB
loading...
Dewan Kristen Swedia mengutuk pembakaran Al Quran yang terjadi di Swedia dalam beberapa pekan terakhir. Foto/Ist
A
A
A
STOCKHOLM - Dewan Kristen Swedia mengutuk pembakaran Al Quran yang terjadi di Swedia dalam beberapa pekan terakhir. Sepuluh pendeta Kristen terkemuka di negara Skandinavia, termasuk Uskup Agung Gereja Protestan Swedia, Antje Jackele, mengeluarkan pernyataan menentang tindakan tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, partai Garis Keras (Stram Kurs) Denmark yang dipimpin Rasmus Paludan telah meluncurkan tur pembakaran Al-Qur'an di berbagai wilayah di Swedia. Aksi penistaan kitab suci oleh kelompok sayap kanan ini diklaim untuk memprotes penyebaran Islam dan untuk merayakan kebebasan berbicara.
Jackele, bersama dengan para pemimpin gereja lainnya, dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak berhubungan dan tidak akan melakukan apa yang mereka sebut pelanggaran yang disengaja terhadap iman orang. ( Baca juga: Al-Qur'an Terus Dibakar, Umat Islam Swedia Minta Konstitusi Diubah )
Kelompok itu mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kelompok rasis sayap kanan Denmark, adalah barbar. "Serangan semacam itu meningkatkan polarisasi di antara orang-orang pada saat negara kita perlu berkumpul seputar martabat dan hak setiap orang," ujarnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (14/9/2020).
Sementara itu, sebelumnya sebanyak 15 kongregasi Muslim Swedia menyuarakan keinginan mereka untuk mengubah atau mengamandemen konstitusi setelah pembakaran salinan kitab suci Al-Qur'an semakin marak di negara itu. Mereka ingin konstitusi melarang penistaan kitab suci dan simbol agama mana pun.
“Kami tidak ingin menjadi legal di Swedia untuk membakar kitab suci seperti Al-Qur'an, Alkitab dan kitab suci Yahudi, dan pada saat yang sama harus dilarang untuk mengejek berbagai agama,” kata imam Hussein Farah Warsame, salah satu tokoh Muslim setempat. ( Baca juga: Startup Asal Swedia Perkenalkan Truk Listrik Bernama Volta Zero )
Dalam beberapa pekan terakhir, partai Garis Keras (Stram Kurs) Denmark yang dipimpin Rasmus Paludan telah meluncurkan tur pembakaran Al-Qur'an di berbagai wilayah di Swedia. Aksi penistaan kitab suci oleh kelompok sayap kanan ini diklaim untuk memprotes penyebaran Islam dan untuk merayakan kebebasan berbicara.
Jackele, bersama dengan para pemimpin gereja lainnya, dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak berhubungan dan tidak akan melakukan apa yang mereka sebut pelanggaran yang disengaja terhadap iman orang. ( Baca juga: Al-Qur'an Terus Dibakar, Umat Islam Swedia Minta Konstitusi Diubah )
Kelompok itu mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kelompok rasis sayap kanan Denmark, adalah barbar. "Serangan semacam itu meningkatkan polarisasi di antara orang-orang pada saat negara kita perlu berkumpul seputar martabat dan hak setiap orang," ujarnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (14/9/2020).
Sementara itu, sebelumnya sebanyak 15 kongregasi Muslim Swedia menyuarakan keinginan mereka untuk mengubah atau mengamandemen konstitusi setelah pembakaran salinan kitab suci Al-Qur'an semakin marak di negara itu. Mereka ingin konstitusi melarang penistaan kitab suci dan simbol agama mana pun.
“Kami tidak ingin menjadi legal di Swedia untuk membakar kitab suci seperti Al-Qur'an, Alkitab dan kitab suci Yahudi, dan pada saat yang sama harus dilarang untuk mengejek berbagai agama,” kata imam Hussein Farah Warsame, salah satu tokoh Muslim setempat. ( Baca juga: Startup Asal Swedia Perkenalkan Truk Listrik Bernama Volta Zero )
(esn)
Lihat Juga :