AS Marah, Tekan Turki Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia

Senin, 11 November 2019 - 09:24 WIB
AS Marah, Tekan Turki...
AS Marah, Tekan Turki Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) sangat marah tentang pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Turki. Washington menekan Ankara untuk menyingkirkan senjata pertahanan canggih itu atau akan merasakan sanksi.

Ancaman penjatuhan sanksi ini disampaikan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O'Brien pada hari Minggu.

"Turki akan merasakan dampak dari sanksi-sanksi ini," kata O'Brien mengatakan kepada CBS "Face the Nation" dalam sebuah wawancara, merujuk pada hukuman berdasarkan hukum AS yang dikenal sebagai Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi atau CAATSA.

Menurutnya, sanksi terhadap Ankara bisa disahkan oleh Kongres dengan dukungan bipartisan yang luar biasa.

Komentar pengganti John Bolton ini muncul menjelang kunjungan Presiden Turki Tayyip Erdogan ke Washington pada 13 November 2019. Pemimpin Turki itu akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas sejumlah masalah di antara kedua negara yang merupakan sekutu NATO tersebut.

Washington membenci pembelian sistem rudal anti-pesawat S-400 tersebut dengan alasan senjata itu tidak kompatibel dengan pertahanan NATO dan bisa mengancam jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin.

Meskipun ada ancaman sanksi AS, Turki nekat melanjutkan kesepakatan pembelian dengan Rusia dan sudah menerima pengiriman pertama S-400 pada bulan Juli lalu.

Sebagai tanggapan, Washington mencoret Turki dari keanggotaan program F-35, di mana Ankara adalah produsen suku cadang dan pembeli jet tempur. Namun sejauh ini, belum ada sanksi yang dijatuhkan pada Ankara.

Turki belum mengaktifkan baterai S-400 yang diterimanya, dan Washington masih berharap untuk membujuk sekutunya agar meninggalkan sistem senjata pertahanan Rusia.

“Tidak ada tempat di NATO untuk S-400. Tidak ada tempat di NATO untuk pembelian militer Rusia yang signifikan. Itu pesan yang akan disampaikan presiden kepadanya (Erdogan) dengan sangat jelas ketika dia ada di sini," kata O'Brien, dikutip Reuters, Senin (11/11/2019).

Awal bulan ini, kepala Direktorat Industri Pertahanan Turki mengatakan pengiriman S-400 kedua ke Turki mungkin tertunda melampaui jadwal yang direncanakan tahun 2020. Alasannya, pengiriman tahap kedua disertai pembicaraan tentang berbagi teknologi dan produksi bersama.

Masalah S-400 adalah bagian dari serangkaian pertentangan yang lebih luas antara Turki dan Amerika Serikat.

Washington sebelumnya juga marah oleh invasi Turki terhadap pasukan YPG Kurdi di Suriah utara pada bulan lalu. Turki menghentikan invasi setelah Kurdi menarik diri dari wilayah perbatasan di bawah gencatan senjata yang ditengahi AS.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Disebut Minta...
Erdogan Disebut Minta Putin Ambil Kembali Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35
Diancam AS, Turki Batal...
Diancam AS, Turki Batal Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia
Erdogan Yakin Turki...
Erdogan Yakin Turki Akan Miliki Jet Tempur Siluman F-35 AS Meski Operasikan S-400 Rusia
Partainya Erdogan Tolak...
Partainya Erdogan Tolak Usul AS Beli S-400 Rusia dari Turki
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Erdogan Ingin Beli Jet...
Erdogan Ingin Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS, Trump Minta Turki Stop Beli Minyak Rusia
Berita Terkini
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
1 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
1 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
2 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
3 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
5 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
6 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved