Balas Manuver Jet Siluman F-35 NATO, Putin Unjuk Kekuatan S-400
Rabu, 15 April 2020 - 09:47 WIB
loading...
Beberapa perangkat sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. Foto/RIA Novosti/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Militer rezim Vladimir Putin unjuk kekuatan dengan melakukan tes sistem pertahanan rudal mematikan S-400 Rusia di Wilayah Astrakhan, kemarin.
Tes sistem pertahanan udara canggih ini sebagai balasan atas manuver dua pesawat pembom siluman B-2 Amerika Serikat dan tiga jet tempur siluman F-35 Norwegia dalam misi NATO di Atlantik Utara. Latihan pesawat pembom dan jet tempur canggih itu telah berlangsung Maret lalu.
Sistem senjata anti-pesawat S-400 tercatat sebagai sistem pertahanan paling canggih di dunia pada saat ini. Para pakar Barat kerap menyuarakan kekhawatiran bahwa senjata itu dapat menghancurkan jet-jet tempur dan pesawat pembom termutakhir sekalipun.
"Di lapangan latihan Ashuluk di Wilayah Astrakhan, tim-tim resimen rudal anti-pesawat dari unit pertahanan udara Leningrad dari Distrik Militer Barat menembakkan rudal surface-to-air S-400 Triumph yang ditembakkan terhadap target di udara," bunyi pernyataan militer Rusia yang dikutip Sputniknews, Rabu (14/4/2020).
Militer rezim Presiden Putin juga merilis video singkat dari tes tembak sistem pertahanan udara tersebut.
Tes sistem pertahanan udara canggih ini sebagai balasan atas manuver dua pesawat pembom siluman B-2 Amerika Serikat dan tiga jet tempur siluman F-35 Norwegia dalam misi NATO di Atlantik Utara. Latihan pesawat pembom dan jet tempur canggih itu telah berlangsung Maret lalu.
Sistem senjata anti-pesawat S-400 tercatat sebagai sistem pertahanan paling canggih di dunia pada saat ini. Para pakar Barat kerap menyuarakan kekhawatiran bahwa senjata itu dapat menghancurkan jet-jet tempur dan pesawat pembom termutakhir sekalipun.
"Di lapangan latihan Ashuluk di Wilayah Astrakhan, tim-tim resimen rudal anti-pesawat dari unit pertahanan udara Leningrad dari Distrik Militer Barat menembakkan rudal surface-to-air S-400 Triumph yang ditembakkan terhadap target di udara," bunyi pernyataan militer Rusia yang dikutip Sputniknews, Rabu (14/4/2020).
Militer rezim Presiden Putin juga merilis video singkat dari tes tembak sistem pertahanan udara tersebut.
Lihat Juga :