Sistem Rudal S-400 Rusia Ganggu Dominasi Penjualan Senjata AS

Jum'at, 01 November 2019 - 08:16 WIB
Sistem Rudal S-400 Rusia...
Sistem Rudal S-400 Rusia Ganggu Dominasi Penjualan Senjata AS
A A A
WASHINGTON - Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Militer Politik Clarke Cooper mencibir pemasaran sistem pertahanan rudal S-400 Rusia ke negara-negara mitra Washington. Dia mengindikasikan bahwa penjualan senjata pertahanan canggih Moskow itu telah mengganggu dominasi global penjualan senjata Washington.

Komentar Cooper disampaikan saat dia berbicara di Meridian International Center, sebuah kelompok think-tank yang berbasis di Washington pada hari Kamis.

"Melalui pemasaran sistem yang ditargetkan seperti S-400, Rusia berupaya untuk mengeksploitasi persyaratan keamanan asli dari (negara) mitra untuk menciptakan tantangan dalam kemampuan kami— hukum dan teknologi—untuk memberi mereka kemampuan pertahanan paling canggih," katanya.

Cooper mengidentifikasi China dan Rusia sebagai pesaing strategis yang upayanya mengarah pada proliferasi senjata di seluruh dunia.

"Kami telah menempuh perjalanan panjang sejak AK-47 menjadi simbol di mana-mana pemberontakan yang didukung Soviet dari Asia Tenggara hingga Afrika," ujar Cooper, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (1/11/2019).

"Hari ini, Rusia bekerja keras untuk memasarkan varian dari sistem pertahanan udara S-400 di seluruh dunia, sementara China memasok segala sesuatu dari pengangkut personel lapis baja hingga drone bersenjata," lanjut Cooper.

"Saya berdiri di hadapan Anda pada saat yang sangat sulit untuk kemitraan Amerika," kata Cooper. "Untuk pertama kalinya, mungkin sejak akhir Perang Dingin, banyak negara memandang bermitra dengan Amerika dalam masalah pertahanan dan keamanan bukan sebagai keharusan, tetapi sebagai salah satu dari beberapa opsi," imbuh dia.

Beberapa negara termasuk sekutu AS memang membeli sistem pertahanan S-400 meski Washington telah mengancam akan menjatuhkan sanksi melalui undang-undang yang bernama Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Turki, yang merupakan sekutu AS di keanggotaan NATO, telah menerima pasokan S-400 dari Moskow. Sedangkan India yang dianggap Washington sebagai negara mitra, telah membayar uang muka dan saat ini sedang menanti pengiriman senjata pertahanan tersebut. Sekutu AS lainnya, seperti Arab Saudi dan Qatar juga masih dalam penjajakan untuk membeli senjata tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Ribut dengan AS, China...
Ribut dengan AS, China Kembali Dipasok Sistem Rudal S-400 Rusia
S-400 Rusia telah Dikirim...
S-400 Rusia telah Dikirim ke India, Amerika Serikat Marah-marah
Disuruh Buang S-400...
Disuruh Buang S-400 Rusia, Ini Jawaban Turki
India Segera Uji Coba...
India Segera Uji Coba Rudal S-400 yang Dibeli dari Rusia
AS Bersiap Sanksi Turki...
AS Bersiap Sanksi Turki Atas Pembelian S-400 Rusia
Erdogan Menantang AS,...
Erdogan Menantang AS, Keukeuh Lanjutkan Boyong S-400 Rusia
Berita Terkini
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
18 menit yang lalu
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
34 menit yang lalu
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
49 menit yang lalu
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
1 jam yang lalu
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
1 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved