Ribut dengan AS, China Kembali Dipasok Sistem Rudal S-400 Rusia

Senin, 27 Juli 2020 - 08:24 WIB
loading...
Ribut dengan AS, China...
Sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia. Foto/REUTERS/Sergei Karpukhin
A A A
MOSKOW - Rusia telah merampungkan pengiriman kedua resimen sistem rudal S-400 Triumf ke China melalui transportasi laut. Senjata pertahanan canggih Moskow ini dikirim di saat ketegangan Beijing dan Washington memanas.

Sumber diplomatik militer Rusia mengatakan kepada kantor berita TASS, Senin (27/7/2020), bahwa pengiriman sistem pertahanan rudal anti-pesawat itu sudah selesai. Sertifikat serah terima sudah ditandatangani jauh hari, yakni pada Desember di China.

"Pengiriman satu set resimen S-400 kedua yang terdiri dari dua divisi perangkat peluncuran, stasiun radiolokasi, peralatan energi dan layanan, suku cadang dan instrumen ke China telah selesai. Klien juga menerima lebih dari 120 rudal canggih terpandu anti-pesawat dari dua jenis," kata sumber diplomatik tersebut. (Baca: Senator Sarankan AS Beli Sistem Rudal S-400 Rusia dari Turki )

Sumber itu juga mengklarifikasi bahwa sertifikat penyerahan S-400 telah ditandatangani di China pada Desember 2019. "Setelah momen penandatanganan, ketentuan kontrak pada layanan jaminan 18 bulan peralatan oleh pihak Rusia mulai berlaku," lanjut sumber diplomatik militer Rusia .

Sumber tersebut menambahkan bahwa semua pengiriman perangkat sistem pertahanan rudal S-400 ke China menggunakan beberapa kapal. Kapal transportasi maritim pertama menuju ke China pada Juli 2019.

Kontrak S-400 dengan China

China menjadi pembeli asing pertama dari sistem rudal surface-to-air S-400 tercanggih Rusia. Moskow menandatangani kontrak dengan Beijing untuk pengiriman dua set resimen S-400 pada 2014.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Serangan Drone Iran...
Serangan Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Penerbangan Ditangguhkan
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan Udara Israel: Balasan atas Pembantaian Zionis di Lebanon
Rekomendasi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Berita Terkini
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved