Assad Ragu al-Baghdadi Tewas: Mengapa AS Tak Tampilkan Jasadnya?

Jum'at, 01 November 2019 - 07:34 WIB
Assad Ragu al-Baghdadi...
Assad Ragu al-Baghdadi Tewas: Mengapa AS Tak Tampilkan Jasadnya?
A A A
DAMASKUS - Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad ragu pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam operasi pasukan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, apa yang terjadi seperti skenario Washington terhadap pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden yang diklaim dibunuh tapi tak pernah menampilkan jasadnya.

Sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin itu menyarankan semua pihak untuk mengambil kata-kata para politisi AS layaknya sebutir garam.

Assad mengatakan Damaskus tidak berpartisipasi dalam penyerbuan dengan cara apa pun terhadap pemimpin ISIS. Dia mengaku baru tahu tentang klaim kematian al-Baghdadi melalui laporan media. (Baca: Al-Baghdadi, Teroris Paling Dicari Dunia Ini Menyamar Jadi Orang Kaya )

Dia menyindir pihak yang terlibat dalam operasi terhadap al-Baghdadi sebagai "peserta imajiner" untuk mengklaim kredibilitas dan sanjungan karena menjadi "bagian dari operasi hebat".

"Kami tidak membutuhkan kredit seperti itu. Kami yang memerangi terorisme. Kami tidak memiliki hubungan dan tidak memiliki kontak dengan institusi Amerika," katanya dalam wawancara dengan media pemerintah Suriah yang dilansir Russia Today, Jumat (1/11/2019).

Keraguan yang sama sebelumnya disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia. Moskow juga menolak klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Rusia ikut membantu dalam operasi Washington terhadap pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

AS juga memberikan pujian luar biasa kepada anjing militer yang mengambil bagian dalam serangan terhadap al-Baghdadi di sebuah bangunan di Barisha, Idlib, Suriah, Sabtu malam pekan lalu. (Baca juga: Dikhianati Ajudan, Musabab Ajal Jemput Bos ISIS al-Baghdadi )

Serangan pasukan khusus AS yang diwarnai dengan serangan udara tidak meyakinkan Assad apakah itu benar-benar terjadi atau tidak. Selain itu, ia berpikir seluruh skenario itu mirip dengan klaim pembunuhan terhadap pemimpin al-Qaeda Osama Bin Laden tahun 2011.

"Mengapa sisa-sisa (jasad) al-Baghdadi tidak ditampilkan? Ini adalah skenario yang sama yang mengikuti bin Laden," kata Assad.

"Jika mereka akan menggunakan dalih yang berbeda untuk tidak menunjukkan sisa-sisa (jasad), mari kita ingat bagaimana (mantan) Presiden (Irak) Saddam Hussein ditangkap dan bagaimana seluruh operasi ditunjukkan dari A sampai Z; mereka menunjukkan gambar dan video klip setelah mereka menangkapnya," paparnya.

Pembunuhan terhadap putra-putra Saddam, lanjut Assad, juga didokumentasikan dengan baik dan dipublikasikan secara luas. Menurutnya, itu menunjukkan bahwa Amerika menyembunyikan segalanya tentang pembunuhan bin Laden dan pembunuhan al-Baghdadi karena suatu alasan.

"Ini adalah bagian dari trik yang dimainkan oleh orang Amerika. Itu sebabnya kita tidak boleh percaya semua yang mereka katakan kecuali mereka datang dengan bukti. Politisi Amerika sebenarnya bersalah sampai terbukti tidak bersalah, bukan sebaliknya," ujarnya.

Menurutnya, secara keseluruhan, tidak mungkin kematian pemimpin ISIS—jika dia benar-benar terbunuh—dan bahkan kehancuran utama kelompok teroris akan mengubah apa pun. Akar masalah yang dia sebut sebagai ideologi Wahhabi yang berusia lebih dari dua abad tidak akan hilang sekaligus.

Pemimpin Suriah ini mengklaim pemikiran Islam radikal dan al-Baghdadi hanyalah alat AS selama ini. Alat-alat itu, kata dia, dapat dengan mudah dirancang ulang di tempat lain.

“Saya percaya semua yang berhubungan dengan operasi ini adalah tipuan. Baghdadi akan diciptakan kembali dengan nama yang berbeda, individu yang berbeda, atau ISIS secara keseluruhan dapat direproduksi sesuai kebutuhan dengan nama yang berbeda tetapi dengan pemikiran dan tujuan yang sama. Direktur seluruh skenario itu sama, orang Amerika," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Profil Ahmed al-Sharaa,...
Profil Ahmed al-Sharaa, Pemimpin De Facto Suriah yang Dulunya Komandan Al Qaeda
Irak Tangkap Pentolan...
Irak Tangkap Pentolan ISIS Suksesor Favorit al-Baghdadi
Apakah Donald Trump...
Apakah Donald Trump Mendukung Bashar Al Assad?
Pengakuan Trump : Ingin...
Pengakuan Trump : Ingin Bunuh Presiden Suriah, Bashar al-Assad
Kelompok Kurdi Sekutu...
Kelompok Kurdi Sekutu AS Tembak Jatuh Drone Amerika di Suriah
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
25 menit yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
53 menit yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
1 jam yang lalu
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
2 jam yang lalu
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
2 jam yang lalu
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved