Trump Mengaku Ingin Bunuh Presiden Assad, tapi Dicegah Mattis

Rabu, 16 September 2020 - 01:01 WIB
loading...
Trump Mengaku Ingin...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump (kiri) dan Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad. Foto/REUTERS/Jonathan Ernst/SANA
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (15/9/2020) mengaku ingin membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun, dia dicegah James Norman Mattis, yang saat itu menjabat sebagai menteri pertahanan Amerika.

Meski demikian, pemimpin Amerika itu tidak menyesal karena tidak jadi melakukannya.

“Tidak, saya tidak menyesalinya. Saya bisa saja hidup dengan cara itu. Saya menganggap dia (Assad) jelas bukan orang yang baik," katanya kepada Fox News. (Baca: Trump: AS Akan Balas Serangan Iran 1.000 Kali Lebih Dahsyat )

"Saya memiliki kesempatan untuk membunuhnya jika saya mau dan (Menteri Pertahanan James) Mattis menentang. Menentang sebagian besar dari hal itu," lanjut Trump yang menganggap Mattis sebagai seorang jenderal yang sangat dilebih-lebihkan.

Mattis mengundurkan diri dari jabatannya di Pentagon pada Desember 2018, sehari setelah Trump mengumumkan bahwa dia akan menarik pasukan AS dari Suriah. Mattis sangat menentang rencana penarikan tentara tersebut.

Dalam surat pengunduran dirinya, Mattis saat itu menjelaskan bahwa dia membuat keputusan karena Presiden Trump memiliki hak untuk memiliki menteri pertahanan yang pandangannya lebih selaras dengan pandangannya sendiri tentang berbagai masalah, termasuk komitmen terhadap aliansi AS dan perang melawan ISIS.

Wawancara Trump dengan Fox News terjadi dua tahun setelah Trump menepis tuduhan bahwa dia mendukung pembunuhan terhadap Assad. Saat itu dia bahkan mengklaim tidak pernah mempertimbangkan pembunuhan terhadap presiden Suriah. (Baca: Israel Bombardir Militer Suriah, 5 Tewas Termasuk 2 Tentara Assad )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Negaranya Dihujani Rudal...
Negaranya Dihujani Rudal dan Drone, Kuwait Usir 2 Diplomat Iran
Rekomendasi
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved