Lebanon Pangkas Gaji Para Menteri Hingga 50% untuk Redam Protes

Senin, 21 Oktober 2019 - 16:57 WIB
Lebanon Pangkas Gaji...
Lebanon Pangkas Gaji Para Menteri Hingga 50% untuk Redam Protes
A A A
BEIRUT - Kabinet Lebanon menyetujui berbagai langkah reformasi termasuk memangkas gaji para menteri hingga setengahnya pada Senin (21/10).

Berbagai langkah itu diharapkan dapat meredam unjuk rasa terbesar dalam beberapa dekade terakhir di Lebanon. Sejumlah kebijakan itu bertujuan untuk mengurangi krisis ekonomi yang kini melilit negara itu.

Demonstran yang memblokade jalanan untuk hari kelima unjuk rasa itu mengangkat isu utama krisis ekonomi. Mereka juga marah dengan korupsi yang dilakukan para elit politik sehingga Lebanon mengalami krisis.

Para pejabat menjelaskan, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad al-Hariri sepakat dengan paket reformasi bersama mitra pemerintahannya untuk mengatasi krisis ekonomi. Di pusat Beirut, pengunjuk rasa sudah berkumpul untuk melanjutkan aksi mereka.

"Jika kita melakukan reformasi, untuk awal ini bagus, demi meredam badai, rakyat marah tapi dalam jangka panjang, saya tidak tahu apakah ini akan membuat perubahan," ujar Rida Jammoul, pelatih sepakbola yang membantu membersihkan jalanan yang penuh puing akibat unjuk rasa di Beirut.

Salah satu demonstran, Ziad Abou Chakra menyatakan dia tetap berunjuk rasa hingga pemerintahan bubar. "Kami akan tetap di sini dan kami tidak akan membuka jalanan apapun yang terjadi," ujar dia. Para pengunjuk rasa memblokir jalan di wilayah Zouk Mikhael di utara Beirut.

Beberapa rencana reformasi itu adalah memangkas gaji presiden, mantan presiden, menteri dan anggota parlemen hingga 50%. Tunjangan untuk lembaga dan pejabat negara juga dikurangi.
(sfn)
Berita Terkait
Serang Pasukan Penjaga...
Serang Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon, Israel Dianggap Mencari Musuh Baru
Puluhan Orang Tewas...
Puluhan Orang Tewas Dalam Insiden Ledakan Mobil Tanki BBM di Lebanon
Bank Central Sebut Lebanon...
Bank Central Sebut Lebanon Saat Ini Bergerak Tanpa ‘Kepala’
Krisis Ekonomi, Militer...
Krisis Ekonomi, Militer Lebanon 'Sewakan' Helikopter pada Turis
Siapa Joseph Aoun? Presiden...
Siapa Joseph Aoun? Presiden Lebanon yang Jadi Kepanjangan Tangan dengan Arab Saudi dan AS
Profil Nawaf Salam,...
Profil Nawaf Salam, PM Baru Lebanon yang Ingin Melucuti Senjata Hizbullah
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
31 menit yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
1 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
4 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
5 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
5 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
6 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved